Selasa, 13 Januari 2015
10 Perkara Yang Sia-Sia
Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan bahwa ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat.
Pertama ..: memiliki ilmu namun tidak diamalkan.
Kedua ..: beramal namun tidak ikhlas dan tidak mengikuti tuntunan nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Ketiga ..: memiliki harta namun enggan untuk menginfakkan. Harta tersebut tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat di dunia dan juga tidak diutamakan untuk kepentingan akhirat.
Keempat ..: hati yang kosong dari cinta dan rindu pada Allah.
Kelima ..: badan yang lalai dari taat dan mengabdi pada Allah.
Keenam ..: cinta yang di dalamnya tidak ada ridho dari yang dicintai dan cinta yang tidak mau patuh pada perintah-Nya.
Ketujuh ..: waktu yang tidak diisi dengan kebaikan dan pendekatan diri pada Allah.
Kedelapan ..: pikiran yang selalu berputar pada hal yang tidak bermanfaat.
Kesembilan ..: pekerjaan yang tidak membuatmu semakin mengabdi pada Allah dan juga tidak memperbaiki urusan duniamu.
Kesepuluh ..: rasa takut dan rasa harap pada makhluk yang dia sendiri berada pada genggaman Allah. Makhluk tersebut tidak dapat melepaskan bahaya dan mendatangkan manfaat pada dirinya, juga tidak dapat menghidupkan dan mematikan serta tidak dapat menghidupkan yang sudah mati.
Itulah sepuluh hal yang melalaikan dan sia-sia. Di antara sepuluh hal tersebut yang paling berbahaya dan merupakan asal muasal segala macam kelalaian adalah dua hal yaitu: HATI YANG SELALU LALAI DAN WAKTU YANG TERSIA-SIAKAN.
Hati yang lalai akan membuat seseorang mengutamakan dunia daripada akhirat, sehingga dia cenderung mengikuti hawa nafsu. Sedangkan menyia-nyiakan waktu akan membuat seseorang panjang angan-angan.
Padahal segala macam kerusakan terkumpul karena mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Sedangkan segala macam kebaikan ada karena mengikuti al huda (petunjuk) dan selalu menyiapkan diri untuk berjumpa dengan Rabb semesta alam.
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Senin, 06 Oktober 2014
Perjalanan Ruh Manusia Setelah Kematian
Perjalanan Ruh Manusia Setelah Kematian
Dari Al-Barrak bin Azib radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,
Kami pernah mengiringi jenazah orang anshar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sesampainya di kuburan, dan menunggu liang lahatnya dibenahi,
Rasulullah duduk menghadap kiblat. Kamipun duduk di sekitar beliau
dengan khusyu, seolah di kepala kami ada burung.
Di tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada ranting, beliau tusukkan ke tanah kemudian beliau menengadah ke langit lalu beliau menunduk. Beliau ulang tiga kali. Kemudian beliau bersabda,
Di tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada ranting, beliau tusukkan ke tanah kemudian beliau menengadah ke langit lalu beliau menunduk. Beliau ulang tiga kali. Kemudian beliau bersabda,
استعيذوا بالله من عذاب القبر، مرتين، أو ثلاثا، (ثم قال: اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر) (ثلاثا)
“Mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur.” Beliau
ulangi dua atau tiga kali. Kemudian beliau berdoa: “Ya Allah, aku
berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” (tiga kali).
Kemudian beliau menceritakan proses perjalanan ruh mukmin dan kafir.
Sesungguhnya hamba yang beriman ketika hendak meninggalkan dunia dan
menuju akhirat, turunlah malaikat dari langit, wajahnya putih, wajahnya
seperti matahari. Mereka membawa kafan dari surga dan hanuth (minyak
wangi) dari surga. Merekapun duduk di sekitar mayit sejauh mata
memandang. Kemudian datanglah malaikat maut ‘alaihis salam. Dia duduk di
samping kepalanya, dan mengatakan, ‘Wahai jiwa yang baik, keluarlah
menuju ampunan Allah dan ridha-Nya.’ Keluarlah ruh itu dari jasad,
sebagaimana tetesan air keluar dari mulut ceret, dan langsung dipegang
malaikat maut. Para malaikat yang lain tidak meninggalkan walaupun
sekejap, dan mereka langsung mengambilnya dari malaikat maut.
Mereka memberinya kafan dan hanuth itu. Keluarlah ruh itu dengan
sangat wangi seperti bau parfum paling wangi yang pernah ada di bumi.
Para malaikat inipun naik membawa ruh itu. Setiap kali ketemu dengan
malaikat yang lain, mereka akan bertanya: ‘Ruh siapakah yang baik ini?’
Mereka menjawab, ‘Fulan bin Polan’ – dengan nama terbaik yang pernah dia
gunakan di dunia –. Hingga sampai di langit dunia. Mereka minta agar
pintu langit dibukakan, lalu dibukakan. Mereka naik menuju langit
berikutnya, dan diikuti para malaikat langit dunia. Hingga sampai di
langit ketujuh. Kemudian Allah berfirman, ‘Tulis catatan amal hamba-Ku
di Illiyin.’
“Tahukah kamu Apakah ‘Illiyyin itu? (yaitu) kitab yang bertulis, Disaksikan oleh para malaikat”
“Kembalikan hamba-Ku ke bumi, karena dari bumi Aku ciptakan mereka,
ke bumi Aku kembalikan mereka, dan dari bumi Aku bangkitkan mereka untuk
kedua kalinya.” Maka dikembalikanlah ruhnya ke jasadnya. Kemudian mayit
mendengar suara sandal orang yang mengantarkan jenazahnya sewaktu
mereka pulang setelah pemakaman.
Kemudian datanglah dua malaikat yang keras gertakannya. (dalam
riwayat lain: warnanya hitam biru) Lalu mereka menggertaknya, dan
mendudukkan si mayit.
Mereka bertanya: ‘Siapa Rabmu?’ Si mukmin menjawab, ‘Rabku Allah.’
‘Apa agamamu?’, tanya malaikat. ‘Agamaku islam’ jawab si mukmin.
‘Siapakah orang yang diutus di tengah kalian?’ Si Mukmin menjawab, ‘Dia
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Sang malaikat
bertanya lagi, ‘Bagaimana amalmu?’ Jawab Mukmin, ‘Saya membaca kitab
Allah, saya mengimaninya dan membenarkannya.’
Pertanyaan malaikat: ‘Siapa Rabmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?’ Inilah
ujian terakhir yang akan diterima seorang mukmin. Allah memberikan
keteguhan bagi mukmin untuk menjawabnya, seperti firman-Nya,
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat..” (QS. Ibrahim: 27)
Sehingga dia bisa menjawab: Rabku Allah, agamaku islam, Nabiku Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Tiba-tiba ada suara dari atas, “Hambaku benar, bentangkan untuknya
surga, beri pakaian surga, bukakan pintu surga untuknya.” Diapun
mendapatkan angin surga dan wanginya surga, dan kuburannya diluaskan
sejauh mata memandang.
Kemudian datanglah orang yang wajahnya sangat bagus, pakaiannya
bagus, baunya wangi. Dia mengatakan, ‘Kabar gembira dengan sesuatu yang
menyenangkanmu. Kabar gembira dengan ridha Allah dan surga nan penuh
kenikmatan abadi. Inilah hari yang dulu kamu dijanjikan.’ Si mayit
dengan keheranan bertanya, ‘Semoga Allah juga memberi kabar gembira
untuk anda. Siapa anda, wajah anda mendatangkan kebaikan?’ Orang yang
berwajah bagus ini menjawab, ‘Saya amal sholehmu.’ [suhnahallah.., amal shaleh yang menemani kita di kesepian, menemani kita di kuburan]
Kemudian dibukakan untuknya pintu surga dan pintu neraka. Ketika
melihat ke neraka, disampaikan kepadanya: ‘Itulah tempatmu jika kamu
bermaksiat kepada Allah. Dan Allah gantikan kamu dengan tempat yang
itu.’ Kemudian si mayit menoleh ke arah surga.
Melihat janji surga, si mayit berdoa: ‘Wahai Rabku, segerakanlah
kiamat, agar aku bisa berjumpa kembali ke keluarga dan hartaku.’ Lalu
disampaikan kepadanya: ‘Tenanglah.’
Sementara hamba yang kafir, ketika hendak meninggalkan dunia dan
menuju akhirat, turunlah para malaikat dari langit, yang bengis dan
keras, wajahnya hitam, mereka membawa Masuh (kain yang tidak nyaman
digunakan) dari neraka. Mereka duduk di sekitar mayit sejauh mata
memandang. Kemudian datanglah malaikat maut, dan duduk di samping
kepalanya. Dia memanggil, ‘Wahai jiwa yang busuk, keluarlah menuju murka
Allah.’
Ruhnya ketakutan, dan terpencar ke suluruh ujung tubuhnya. Lalu
malaikat maut menariknya, sebagaimana gancu bercabang banyak ditarik
dari wol yang basah. Sehingga membuat putus pembuluh darah dan ruang
tulang. Dan langsung dipegang malaikat maut. Para malaikat yang lain
tidak meninggalkan walaupun sekejap, dan mereka langsung mengambilnya
dari malaikat maut. Kemudian diberi masuh yang mereka bawa. Ruh ini
keluar dengan membawa bau yang sangat busuk, seperti busuknya bau
bangkai yang pernah ada di muka bumi. Merekapun naik membawa ruh ini.
Setiap kali mereka melewati malaikat, malaikat itupun bertanya, ‘Ruh
siapah yang buruk ini?’ Mereka menjawab, ‘Fulan bin Fulan.’ – dengan
nama yang paling buruk yang pernah dia gunakan ketika di dunia – hingga
mereka sampai di langit dunia. Kemudian mereka minta dibukakan, namun
tidak dibukakan. Ketika itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,
لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ
(Orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri
terhadapnya), tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan
tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. (QS. Al-A’raf: 40)
Kemudian Allah berfirman, ‘Tulis catatan amal hamba-Ku di Sijjin, di
bumi yang paling dasar.’ Kemudian dikatakan, ‘Kembalikan hamba-Ku ke
bumi, karena Aku telah menjanjikan bahwa dari bumi Aku ciptakan mereka,
ke bumi Aku kembalikan mereka, dan dari bumi Aku bangkitkan mereka untuk
kedua kalinya.’ Kemudian ruhnya dilempar hingga jatuh di jasadnya.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,
وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ
السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ
سَحِيقٍ
Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia
seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau
diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS. Al-Haj: 31)
Kemudian ruhnya dikembalikan ke jasadnya, sehingga dia mendengar
suara sandal orang mengiringi jenazahnya ketika pulang meninggalkan
kuburan. Kemudian datanglah dua malaikat, gertakannya keras. Merekapun
menggertak si mayit dan mendudukkannya. Mereka bertanya: ‘Siapa Rabmu?’
Si kafir menjawab, ‘hah..hah.. saya gak tahu.’ ‘Apa agamamu?’, tanya
malaikat. ‘hah..hah.. saya gak tahu,’ jawab si kafir. ‘Siapakah orang
yang diutus di tengah kalian?’ Si kafir tidak kuasa menyebut namannya.
Lalu dia digertak: “Namanya Muhammad!!”, si kafir hanya bisa mengatakan,
‘hah..hah.. saya gak tahu. Saya cuma mendengar orang-orang bilang
seperti itu.’ Diapun digertak lagi: “Kamu tidak tahu dan tidak mau
tahu.” Tiba-tiba ada suara dari atas, “Hambaku dusta, bentangkan
untuknya neraka, bukakan pintu neraka untuknya.”
Diapun mendapatkan panasnya neraka dan racun neraka. Kuburnya
disempitkan hingga tulang-tulangnya berserakan. Lalu datanglah orang
yang wajahnya sangat buruk, berbaju jelek, baunya seperti bangkai. Dia
mengatakan: ‘Kabar buruk untukmu, inilah hari dimana dulu kau
dijanjikan.’ Si mayit kafirpun menjawab, ‘Kabar buruk juga untukmu,
siapa kamu? Wajahmu mendatangkan keburukan.’ Orang ini menjawab, ‘Saya
amalmu yang buruk.’ – Allahul musta’an, amal buruk itu semakin
menyesakkan pelakunya di lahatnya – kemudian dia diserahkan kepada
makhluk yang buta, tuli, dan bisu.
Dia membawa pentungan! Andaikan
dipukulkan ke gunung, niscaya akan jadi debu. Kemudian benda itu
dipukulkan ke mayit kafir, dan dia menjadi debu. Lalu Allah kembalikan
seperti semula, dan diapun memukulnya lagi. Dia berteriak sangat keras,
bisa didengar oleh semua makhluk, kecuali jin dan manusia. Lalu
dibukakan untuknya neraka dan disiampkan tempatnya di neraka. Diapun
memohon: ‘Ya rab, jangan Engkau tegakkan kiamat.’
Hadis ini diriwayatkan Ahmad 18543, Abu Daud 4753, Syuaib Al-Arnauth
menyatakan, Sanadnya shahih. Al-Albani menyatakan hadis ini hadis yang
shahih.
Oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)
Rabu, 06 Agustus 2014
KESALAHAN MENYIBUKKAN DIRI DALAM PERKARA SUNNAH DENGAN MENINGGALKAN PERKARA FARDHU
Di antara kesalahan yang dilakukan oleh banyak orang ialah
memberikan perhatian yang berlebihan terhadap perkara yang hukumnya
sunnah, yang berkaitan dengan shalat, puasa, dan haji daripada perhatian
yang diberikan kepada hal-hal yang hukumnya wajib.
Kita seringkali melihat pemeluk agama ini yang melakukan qiyam al-lail,
kemudian dia pergi ke tempat kerja di mana dia mendapatkan gaji
setiap bulan, dengan keadaan loyo tidakmempunyai kekuatan, sehingga
dia tidak dapat bekerja dengan baik.
Kalau dia mengetahui bahwa
bekerja dengan baik itu hukumnya wajib berdasarkan hadits
"Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan atas segala sesuatu";
mengetahui bahwa mengabaikannya berarti pengkhianatan terhadap
amanat yang diberikan kepadanya; dan mengetahui bahwa dia memakan
harta --setiap akhir bulan-- dengan cara yang tidak benar, maka dia
tidak akan memperbanyak qiyam lail-nya untuk dirinya sendiri, karena
hal itu tidak lebih daripada amalan sunnah, yang tidak diwajibkan oleh
Allah SWT dan Rasul-Nya.
Satu hal yang serupa dengan itu ialah orang yang berpuasa sunnah
Senin dan Kamis, habis kekuatannya karena berpuasa, khususnya pada
hari-hari di musim panas. Akhirnya dia pergi ke tempat kerja dengan
tubuh yang lemas dan tidak bergairah.
Dengan demikian dia banyak
mengesampingkan kemaslahatan orang banyak karena dia mendahulukan puasa.
Puasa sunnah dan tidak wajib bagi dirinya. Padahal pada masa yang
sama melaksanakan kemaslahatan orang banyak itu merupakan suatu
kewajiban atas dirinya.
Nabi saw melarang wanita untuk melakukan puasa sunnah ketika suaminya
berada di rumah, tidak bepergian jauh, kecuali dengan izin suaminya.
Karena sesungguhnya suami mempunyai hak atas dirinya yang lebih
wajib dia Iakukan daripada puasa sunnah.
Perkara yang serupa dengan ini adalah ibadah haji dan umrah yang
hukumnya sunnah. Banyak sekali orang Islam yang melakukan ibadah haji
untuk yang kelima kalinya, kesepuluh, keduapuluh, bahkan keempatpuluh.
Dia senantiasa melaksanakan ibadah umrah pada bulan Ramadhan,
mengeluarkan biaya yang sangat besar. Padahal pada masa yang sama
banyak sekali kaum Muslimin yang meninggal dunia karena kelaparan
--betul-betul dan tidak hanya kiasan-- di beberapa negeri. Misalnya di
Somalia; sedangkan kaum Muslimin yang lainnya sedang menghadapi
pembunuhan massal, sebagaimana yang kita saksikan di Bosnia
Herzegovina, Palestina, Kasymir dan negeri-negeri lainnya. Mereka
sangat memerlukan bantuan dari saudara-saudara mereka, untuk memberi
makanan kepada orang-orang yang kelaparan, memberi pakaian kepada
orang-orang yang telanjang, mengobati orang sakit, memberi tempat
tinggal kepada orang yang kehilangan tempat tinggal, untuk memelihara
anak yatim, memelihara orang tua, para janda, dan orang-orang
cacat karena perang, dan juga untuk membeli senjata agar mereka dapat
mempertahankan diri.
Sedangkan kaum Muslimin yang lainnya menghadapi perang terhadap
kristenisasi yang berlaku di daerah mereka, di mana mereka tidak
memiliki sekolah sebagai tempat belajar, masjid untuk shalat, rumah
untuk mendidik anak, rumah sakit untuk menyembuhkan orang-orang
sakit, gedung pusat dakwah, dan buku-buku sebagai bahan bacaan...
Pada masa yang sama kita menemukan 70% jamaah haji setiap tahun
adalah orang yang pernah melakukan ibadah haji sebelumnya.
Mereka hanya melakukan ibadah haji sunnah, yang untuk ini
mereka mengeluarkan ratusan juta untuk keperluan diri mereka sendiri.
Kalau mereka betul-betul memahami ajaran agama mereka, dan
mengetahui sedikit tentang fiqh prioritas, maka mereka akan
mendahulukan penyelamatan saudara-saudara Muslim mereka daripada
merasakan kenikmatan ruhani ketika melakukan ibadah haji atau umrah.
Jika mereka menghayati perkara ini secara betul-betul maka mereka
akan merasakan kenikmatan yang lebih dalam dan dahsyat ketika
mereka menyelamatkan kaum Muslimin daripada kenikmatan yang mereka
rasakan ketika melaksanakan ibadah tersebut yang kadang-kadang
diliputi dengan keinginan untuk menampakkannya kepada orang lain atau
riya' di mana orang yang melakukannya tidak merasakan hal itu
Ucapan Imam al-Raghib yang Cemerlang
Para fuqaha Islam telah menetapkan bahwasanya Allah SWT tidak akan
menerima ibadah yang sunnah sampai ibadah yang fardhu telah
dilaksanakan.
Imam al-Raghib mengemukakan pendapat sehubungan dengan
perbandingan antara berbagai fardhu dalam ibadat, dan
perkara-perkara mulia yang hukumnya sunnah.
Dia mengatakan sesuatu
yang sangat baik: "Ketahuilah, sesungguhnya ibadah itu lebih luas
daripada kemuliaan (al-makramah). Sesungguhnya setiap perbuatan yang
mulia adalah ibadah, dan tidak setiap ibadah itu mulia. Di antara
perbedaan antara kedua hal ini ialah bahwa ibadah mempunyai
perkara-perkara fardhu yang telah diketahui, dan batas-batas yang telah
ditetapkan. Barang siapa yang meninggalkannya, maka dia dianggap
melanggar batas. Sedangkan perbuatan yang mulia adalah sebaliknya.
Manusia tidak akan sempurna kemuliaannya selama dia belum melakukan
kewajiban-kewajiban dalam ibadahnya. Oleh karena itu,
melaksanakan kewajiban dalam ibadah merupakan sesuatu yang adil,
sedangkan melaksanakan kemuliaan merupakan sesuatu yang hukumnya sunnah.
Perbuatan yang sunnah tidak akan diterima oleh Allah SWT dari orang
yang mengabaikan hal-hal yang wajib. Dan orang yang meninggalkan
kewajiban tidak dianjurkan untuk mencari keutamaan dan kelebihan,
karena mencari kelebihan tidak dibenarkan kecuali setelah seseorang
melakukan keadilan. Sesungguhaya keadilan merupakan sesuatu yang
wajib, dan keutamaan adalah tambahan atas yang wajib. Bagaimana
mungkin ada tambahan terhadap sesuatu yang dia sendiri masih kurang.
Oleh karena itu benarlah ucapan: 'Orang yang mengabaikan
perkara-perkara yang pokok tidak akan sampai kepada tujuan'."
Barangsiapa yang disibukkan dengan perkara fardhu sehingga dia tidak
dapat mencari tambahan, maka dia dimaafkan. Dan barangsiapa
yang disibukkan untuk mencari tambahan dengan mengabaikan perkara
yang fardhu maka dia tertipu"
Allah SWT telah mengisyaratkan agar
keadilan benar-benar dilaksanakan, dan kemuliaan dilakukan dengan baik.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat
kebajikan..." (an-Nahl: 90)
Referensi: Fiqh Prioritas karya Dr. Yusuf Al-Qardhawi
Cermati
Selasa, 05 Agustus 2014
30 Orang Pertama Dalam Islam
Kalau anak kita bertanya, siapa yang menciptakan telepon?
Kita akan bisa menjawab Alexander Graham Bell..
Bagaimana kalau anak kita bertanya siapa Orang pertama yang menulis ucapan bismillah?
Jika kalian susah menjawab.. mari kita simak artikel dibawah ini.
1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama berkhatan : Nabi Ibrahim AS.
4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat : Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat : Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama mengerjakan saie antara Safa dan Marwah : Sayyidatina Hajar (Ibu Nabi Ismail AS).
7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat : Nabi Muhammad SAW.
8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA.
9. Orang yang pertama menggunakan tarikh hijrah : Umar bin Al-Khattab RA.
10. Orang yang pertama meletakkah jawatan khalifah dalam Islam : Al-Hasan bin Ali RA.
11. Orang yang pertama menyusukan Nabi SAW : Thuwaibah RA.
12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Al-Harith bin Abi Halah RA.
13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat RA.
14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA.
15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas RA.
16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan melaungkan adzan: Bilal bin Rabah RA.
17. Orang yang pertama bersembahyang dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA.
18. Orang yang pertama membuat minbar masjid Nabi SAW : Tamim Ad-dary RA.
19. Orang yang pertama menghunuskan pedang dalam perjuangan fisabilillah : Az-Zubair bin
Al-Awwam RA.
20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi SAW : Ibban bin Othman bin Affan RA.
21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah binti Khuwailid RA.
22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh : Imam Syafei RH.
23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam: Ali bin Abi Tholib RA.
24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawiyah bin Abi Sufyan RA.
25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam : Harun Ar-Rasyid RH.
26. Orang yang pertama mengadakan baitul mal : Umar Al-Khattab RA.
27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an selepas Rasulullah SAW : Ali bn Abi Tholib RA.
28. Orang yang pertama membina menara di Masjidil Haram Mekah : Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur RH.
29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus'ab bin Umair RA.
30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga : Nabi Muhammad SAW.
Subhanallah...Mudah-Mudahan Bermanfaat Bagi pembaca
dan kita dapat mengambil pelajaran dari para pejuang-pejuang Islam
Sumber
Kita akan bisa menjawab Alexander Graham Bell..
Bagaimana kalau anak kita bertanya siapa Orang pertama yang menulis ucapan bismillah?
Jika kalian susah menjawab.. mari kita simak artikel dibawah ini.
1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama berkhatan : Nabi Ibrahim AS.
4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat : Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat : Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama mengerjakan saie antara Safa dan Marwah : Sayyidatina Hajar (Ibu Nabi Ismail AS).
7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat : Nabi Muhammad SAW.
8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA.
9. Orang yang pertama menggunakan tarikh hijrah : Umar bin Al-Khattab RA.
10. Orang yang pertama meletakkah jawatan khalifah dalam Islam : Al-Hasan bin Ali RA.
11. Orang yang pertama menyusukan Nabi SAW : Thuwaibah RA.
12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Al-Harith bin Abi Halah RA.
13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat RA.
14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA.
15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas RA.
16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan melaungkan adzan: Bilal bin Rabah RA.
17. Orang yang pertama bersembahyang dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA.
18. Orang yang pertama membuat minbar masjid Nabi SAW : Tamim Ad-dary RA.
19. Orang yang pertama menghunuskan pedang dalam perjuangan fisabilillah : Az-Zubair bin
Al-Awwam RA.
20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi SAW : Ibban bin Othman bin Affan RA.
21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah binti Khuwailid RA.
22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh : Imam Syafei RH.
23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam: Ali bin Abi Tholib RA.
24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawiyah bin Abi Sufyan RA.
25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam : Harun Ar-Rasyid RH.
26. Orang yang pertama mengadakan baitul mal : Umar Al-Khattab RA.
27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an selepas Rasulullah SAW : Ali bn Abi Tholib RA.
28. Orang yang pertama membina menara di Masjidil Haram Mekah : Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur RH.
29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus'ab bin Umair RA.
30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga : Nabi Muhammad SAW.
Subhanallah...Mudah-Mudahan Bermanfaat Bagi pembaca
dan kita dapat mengambil pelajaran dari para pejuang-pejuang Islam
Sumber
Sabtu, 11 Januari 2014
Zaman Paradoks
Beginilah kiranya zaman paradoks itu...
Di zaman paradoks
Masyarakatnya
semakin pintar tetapi tidak semakin bijak, banyak ahli tetapi semakin banyak masalah.
Di zaman paradoks,
Semuanya serba instant, banyak makanan cepat saji namun rendah gizi, banyak obat tetapi kesehatan
menurun.
Orang terbiasa tergesa-gesa, ceroboh, sedikit tertawa, suka
mengebut, cepat marah, tidur terlambat, bangun sudah lelah, sedikit membaca,
banyak menonton, dan jarang berdoa.
Di zaman Paradoks
Rumah-rumah semakin besar, namun ruang hati semakin sempit
Tempat
tinggal semakin indah,
tetapi keluarga berantakan
Pendapatan bertambah, perceraian meningkat
Teknologi informasi
semakin canggih, tetapi hubungan
manusia semakin renggang.
Jalan
luas bebas hambatan, tetapi sudut pandang manusia semakin sempit.
Di Zaman Paradoks,
Masyarakatnya belajar
bagaimana mencari penghidupan, bukan belajar
bagaimana hidup.
Kepemilikan berlipat ganda, tetapi kehilangan nilai. Banyak membeli, sedikit menikmati.
Orang sudah pulang pergi ke bulan, tetapi merasa berat sekedar
menyeberang jalan menemui tetangga baru.
Orang bisa menaklukkan ruang angkasa, tetapi bukan ruang
dalam dadanya.
Sebenarnya apa sesungguhnya yang Dicari Manusia?
Ah... alangkah indahnya orang beriman itu
“Alangkah menakjubkan keadaan orang beriman,
karena seluruh perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kesenangan ia bersyukur, dan itu menjadi
kebaikan baginya. Jika ia tertimpa kesulitan iapun bersabar, dan itu menjadi
kebaikan baginya.” HR Ahmad
Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang beriman ..
With Love
Langganan:
Postingan (Atom)