Minggu, 30 Juli 2017

Berilaturahimlah Karena Allah

Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, 
Malaikat tersebut bertanya: “engkau mau kemana?”. Ia menjawab: “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”. 
Malaikat bertanya: “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”. Orang tadi mengatakan: “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”. 
Maka malaikat mengatakan: “sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya(HR Muslim no.2567).

Jumat, 28 Juli 2017

Hujan

Mendengar hujan....
Lewat rintik hujan diatas seng tanpa plafon
Kucoba membaca pesan langit untuk bumi
Kita terbentuk dari hujan sperma
Rahim adalah ibu pertiwi yang hakiki
Maka hujan malam ini membawa semangat kehidupan, semangat pertumbuhan
Dia membawa pesan pesan kebangkitan
Bersama sorak santriwati baru yang sedang saling mengenal...hujan membawa pesan persahabatan....
Hujan malam ini......
Aku mendengar rintiknya....
Membaca pesanya....


Guru Merpati

Dari rekan kami yang meninggal hari ini, 28 juli 2017

tulisan terakhir seorang sahabat yang baru meninggal hari ini karena kecelakaan

kita tidak tahu, kenangan terakhir apa yang ada pada kita

karena sekali lagi, mati tidak mengenal usia dan tempat
padamu kami belajar, pada tulisanmu kami berusaha mengambil ibroh

ya.. 
saat ini, ibroh dari lebih dulunya teman yang mendahului kita seolah terkikis 
beritanya seringkali ditanggapi ucapan belasungkawa dari baris demi baris chat WA
kemudian ucapan itu akan hilang beberapa jam setelahnya oleh berita-berita lain yang membanjiri notifikasi smartphone
bahkan ucapan belasungkawanya pun di re chat (Copy) dari chat sebelumnya
ah , kematian bagi yang mendengar dan belum dapat giliran selolah berita angin lalu dan rasa kelabu yang sekejap akan segera berlalu
sedang bagi yang merasakan kematian itu, ada urusan panjang yang harus dipertanggung jawabkan

apakah bekal selama ini dikumpulkan cukup atau hanya bisa untuk beberapa langkah saja 
ia menemani pada perjalanan tanpa akhir
sekali lagi, menulislah,
karena ia akan lebih panjang usianya ddaripada umur biologis kita
manulislah yang baik, agar terus perpahala
atau tidak sama sekali, daripada menanggung dosa yang berterusan

Allahummagh firlaha, warhamha wafihi wa'fuanha

berikut petikannya tulisannya
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, tiba-tiba masa-masa remaja cepat sekali berlalu, tiba-tiba kamu udah lulus kuliah, lalu sibuk memilih antara lanjut kuliah, bekerja, atau menunggu pangeran datang ke rumah dan menikah? Iya. Time flies so fast. Tapi hidup memang akan terus seperti itu. Waktu berlalu tanpa terkendali.

Terkadang, di saat pergantian tahun atau momen-momen tertentu seperti saat bertambahnya usia atau saat teman-teman satu persatu menikah, kita akan bertanya-tanya pada diri sendiri dan sulit menerima kenyataan bahwa kita sudah dewasa! Iya. Ketika memasuki usia 21 tahun, secara umur dan secara legal kita sudah termasuk sebagai orang dewasa!

Mau tidak mau kita tetap harus menerima diri kita yang sudah memasuki fase kehidupan selanjutnya. Kita tidak bisa lagi terus bergantung pada orang tua, tidak bisa lagi merengek untuk ditemani mengurus administrasi sekolah atau mengurus kebutuhan pribadi lainnya. Mau tidak mau, kita harus bisa mandiri.

Menjadi dewasa memaksa kita untuk bertanggung jawab pada setiap pilihan-pilihan hidup yang kita pilih. Karena pada akhirnya impact dari setiap pilihan itu akan kembali pada kita.

Ada banyak hal yang perlu kita pelajari untuk menjadi dewasa, kita perlu belajar untuk memaafkan diri sendiri, belajar memaafkan masa lalu, dan belajar menerima serta mencintai diri kita. Setiap orang mungkin pernah dihantui rasa bersalah hingga terasa sangat sulit untuk memaafkan diri sendiri. Perasaan itu kemudian berujung pada kebencian terhadap diri sendiri.

Tapi kita tidak bisa terus terjebak pada perasaan bersalah dan terus mengutuki diri, Tidak mengapa patah hati, but life must go on. Hidup akan terus berjalan dan kita akan terus dituntut pada setiap pilihan.

Esok hari, kita akan semakin mengerti bahwa menjadi dewasa adalah sebuah keputusan untuk mengubah karakter kekanakan dan menemukan versi terbaik dari diri kita. Yang perlu kita pahami hari ini, kita tidak perlu berlebihan mengutuki kesalahan yang kita lakukan, kita tidak perlu menurunkan standar-standar kebaikan kita. Kita hanya perlu memaafkan diri kita dan memahami bahwa menjadi lebih baik adalah sebuah keniscayaan.


http://shofiyyahtaqi.tumblr.com/post/163480015801/day-5-menjadi-dewasa


Senin, 24 Juli 2017

LINGKUNGAN SANGAT BERPENGARUH

Bismillah... 
Lingkungan sangat mempengaruhi kehidupan kita... 
Entah itu pola pikir, amal, iman, bahkan penghasilan kita... 
Tidak percaya...? 
Mari kita buktikan... 
Dalam hal pola pikir, lingkungan sangat berpengaruh. 
Contoh saja waktu jadi karyawan, tentu hampir setiap hari bergaul dengan teman-teman karyawan. Biasanya obrolan sehari-hari kita, tidak jauh dari hal-hal seperti: Gaji, tunjangan, libur, cuti, dll. 
Dan itu akan menjadi mindset yang cukup kuat... 

Lain halnya ketika bergaul dengan teman-teman pedagang, pebisnis, pengusaha, atau yang semacamnya. 
Biasanya yang diobrolkan adalah: bagaimana agar penjualan bulan ini meningkat dari bulan sebelumnya. Bagaimana cara memulai usaha tanpa riba (kalo udah ngaji riba). Bagaimana cara menemukan target market, dan hal-hal sejenis lainnya. 

Pun dari segi amal, iman, dan penghasilan, lingkungan sangat berpengaruh untuk kehidupan kita... Biasanya nih ya, maling pasti sahabatnya maling juga. Iya dong, biasanya mereka beraksi ngga sendiri, melainkan bersama sahabatnya. 😆 

Seorang ustadz biasanya, sahabatnya lebih banyak ustadz juga, sebab dengan begitu ia tidak sendirian dalam berdakwah. Seperti halnya anda seorang marketer, pebisnis, atau pengusaha, biasanya sahabatnya ya ngga jauh dari dunia bisnis. 

Dengan demikian, akan lebih mudah untuk meningkatkan kapasitas diri. Istilah lainnya, saling berbagi inspirasi. Nah, itulah kenapa Allah takdirkan anda Ada di grup ini, agar terkoneksi dengan kawan-kawan entrepreneur dan calon entrepreneur. 

So, jika anda memang SERIUS mau nyemplung di dunia bisnis, ya perbanyak kawan-kawan pebisnis... 
Bukan berarti yang bukan pebisnis kita coret dari daftar pertemanan ya hehe bukan begitu... 
Gurunya guru Saya pernah bilang, bahwa gambaran penghasilan kita bisa dilihat dengan siapa kita bergaul. Coba deh periksa dan tulis siapa 10 orang terdekat anda... 

Kemudian prediksikan penghasilan masing-masing mereka perbulan berapa. Kemudian total semua penghasilan mereka, dan terakhir bagi 10 ya.
Nah, jika sudah, maka kurang lebih itulah penghasilan anda ... 
Coba ya... 
Corat coret aja di kertas ☺😀 
Tentu, bergaul-lah dengan mereka yang sholeh... 
Yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.... 
Tujuannya tiada lain, agar kita KETULARAN ... 
 Sebab, semangat itu MENULAR. 
Malas pun menular...

Insya Allah Anda yang sedang baca tulisan ini, adalah orang-orang PENUH SEMANGAT... 👌🏻☺ 

Tulisan dari Kang lukman Hakim, 25 Juli 2017

semoga terus belajar dari para guru guru yang baik

Apa yang kita cari dalam Hidup ini ?


◆ Kita hidup di kebun, kita Merindukan kota ...

◆ Kita hidup di kota, merindukan kebun...

◆ Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan?

◆ Di musim hujan, kita tanya kapan kemarau ?

◆ Diam di rumah, inginnya pergi...

◆ Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah...

◆ Waktu tenang, cari keramaian...

◆ Waktu ramai, cari ketenangan...

◆ Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah, Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya  biaya Hidup dan Pendidikan...

Ternyata SESUATU itu tampak indah, karena belum kita miliki...

◆ Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...

Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR
dengan rahmat yang sudah kita miliki...

Mungkinkah selembar daun yang kecil  dapat menutupi bumi yang luas ini..??

Menutupi telapak tangan saja sulit...

Tapi kalau daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi ini pun akan tampak buruk...

Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...

Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku...

SYUKURILAH  apa yang sudah kita miliki sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...

Karena Hidup adalah WAKTU yang dipinjamkan,
dan Harta adalah BERKAH yang dipercayakan...

_Dan semua itu, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.
Jadi... Bersyukurlah atas Nafas yang masih kita miliki...

Bersyukurlah atas Keluarga yang kita miliki...

Bersyukurlah atas Pekerjaan yang kita miliki...

Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.

Berlombalah dalam berbuat kebaikan