Berteriaklah di depan air terjun tinggi,
debam suaranya memekakkan telinga
agar tidak ada yang tahu kau sedang berteriak
Berlarilah di tengah padang ilalang tinggi,
pucuk-pucuknya lebih tinggi dari kepala
agar tidak ada yang tahu kau sedang berlari
termenunglah di tengah senyapnya pagi,
yang kicau burung pun hilang entah kemana
agar tidak ada yang tahu kau sedang termangu,
dan, menagislah di saat hujan,
ketika air membasuh wajah
agar tidak ada yang tahu kau sedang menangis,
kawan,
perasaan adalah perasaan
tidak kita bagikan, dia tetap perasaan
tidak kita sampaikan, ceritakan, dia tetap perasaan
tidak berkurang satu helai pun nilainya
tidak hilang satu daun pun dari tangkainya
Tere Liye
Rabu, 09 November 2016
Selasa, 25 Oktober 2016
Perintah Allah kepada Laki-Laki dan Perempuan
Ada dua ayat al Quran yang agung harus menjadi perhatianku dan perhatianmu
Untuk kami yang lelaki
”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).
Bagi kalian yang perempuan
Untuk kami yang lelaki
”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).
Bagi kalian yang perempuan
" Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah
mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah
suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami
mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera
saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau
wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap
wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang
mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai
orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. " (QS. An-Nur [24] : 31).
Masya Allah
Untuk laki-laki, dengan menahan padangan dan memelihara kemaluan, insya Allah lebih aman dan suci baginya
Tapi tidak bagi perempuan, menahan pandangan dan kemaluan saja tidaklah cukup, ia harus memperhatikan juga penampilannya, bukan agar terihat cantik mempesona denga segala perhiasan dan segala rona nya, tapi agar tidak menyulut pandangan dosa lawan jenis yang bukan mahram kerena itu bisa membahayakan bagi dirinya dan mengundang dosa bagi laki-laki. bahkan detail detail pakaian dan gerak gerik tubuh Allah atur sedemikian rupa aga ia senantiasa aman dan mengamankan.
artinya fitrah keinginan untuk senantiasa dilihat dan diperhatikan hendaklah ditahan kecuali pada siapa yang Allah ridhoi saja. insya Allah itu lebih aman, lebih suci dan lebih mulia..
Ingat terhadap Nikmat, Lupa terhadap Ujian
Lalu mengapa kita seringkali lupa kepada nikmat yang Allah berikan?
kerena nikmat telah begitu banyak yang Allah beri, hingga Akal kita tak mampu lagi menghitungnya
dan mengapa seringkali kita selalu ingat akan ujian Allah?
kerena ujian dan cobaan Allah begitu sedikit dibandingkan nikmatnya, hingga kita begitu mudah mengingatnya
alangkah mulianya Nabiyullah Ayyub AS itu
ketika diuji Allah dengan sakit yang terus bertambah,
tapi lisannya senantiasa berucap syukur,
dan hatinya senantiasa bersabar teguh
semoga menjadi pribadi yang terus berbenah, dan mau dibina
kerena nikmat telah begitu banyak yang Allah beri, hingga Akal kita tak mampu lagi menghitungnya
dan mengapa seringkali kita selalu ingat akan ujian Allah?
kerena ujian dan cobaan Allah begitu sedikit dibandingkan nikmatnya, hingga kita begitu mudah mengingatnya
alangkah mulianya Nabiyullah Ayyub AS itu
ketika diuji Allah dengan sakit yang terus bertambah,
tapi lisannya senantiasa berucap syukur,
dan hatinya senantiasa bersabar teguh
semoga menjadi pribadi yang terus berbenah, dan mau dibina
Jumat, 21 Oktober 2016
Hati
Siapa-siapa yang sering mengingat mati
maka hatinya akan hidup
Siapa-siapa yang terus menerus mengingat kehidupan
maka hatinya akan mati
aduhai, masuk ke golongan manakah
maka hatinya akan hidup
Siapa-siapa yang terus menerus mengingat kehidupan
maka hatinya akan mati
aduhai, masuk ke golongan manakah
Rabu, 19 Oktober 2016
Adakah?
Adakah yang lebih indah dari syahdu
saat menatap matamu yang sayu
pada rintik-rintik hujan sendu
Adakah yang lebih menyiksa dari rindu
saat jiwa menginginkan temu
sedang raga terpisah jauh
Aduhai,
Adakah yang lebih baik dari dirimu
saat dulu kita terlalu kukuh, pada ingin yang melulu
lalu kita ditakdirkan oleh Dia yang Maha Tahu
Adakah yang lebih syahdu, dari rindu pada dirimu
saat menatap matamu yang sayu
pada rintik-rintik hujan sendu
Adakah yang lebih menyiksa dari rindu
saat jiwa menginginkan temu
sedang raga terpisah jauh
Aduhai,
Adakah yang lebih baik dari dirimu
saat dulu kita terlalu kukuh, pada ingin yang melulu
lalu kita ditakdirkan oleh Dia yang Maha Tahu
Adakah yang lebih syahdu, dari rindu pada dirimu
Langganan:
Postingan (Atom)