Ayah, Ibu
Saya sudah bisa membaca "Bismillah"
tapi kudapat bukan dari Ayah, apalagi Ibu
melainkan dari pengemis tua yang mengetuk pintu lalu mengucapkan "Bismillah"
Ayah, Ibu
Saya sudah mampu mengucapkan "Alhamdulillah"
tapi lagi lagi bukan kudapat dari lisan ayah dan ibu
melainkan dari wanita tua yang habis makan mengucapkan "Alhamdulillah"
Ayah dan Ibu
saya sudah bisa sholat,
tapi bukan kudapat dari ajar Ayah apalagi Ibu
melainkan dari seorang tua yang selalu melazimi shaf pertama ketika sholat dimasjid
Masya Allah, kata kata ini
seolah dibuat untuk generasi kini,
bagi ayah dan ibu yang lupa akan keperluan ruhiyah anaknya
sehingga mereka mendapatkannya dari orang lain
jika mereka menjadi shalih, maka alasan apa yang akan dijadikan hujjah di sana untuk mendapat syafaat dari mereka
sebuah hadits yang menjadi renungan bersama diriwayatkan oleh imam Ahmad
Rasulullah berkata kepada para sahabat " tahukah kalian siapa orang yang mandul itu?"
"mereka yang tidak memiliki anak" jawab para sahabat
la (tidak) kata Rasulullah, " Orang yang mandul adalah mereka yang melahirkan banyak anak, tapi tidak ada satu pun dari anak yang dilahirkan memiliki peran untuk islam"
Sabtu, 08 Oktober 2016
Senin, 03 Oktober 2016
PESAN dibalik CERITA
Seorang pemuda kehilangan sepatunya di laut,
lalu dia menulis di pinggir pantai ...
LAUT INI MALING ...
Tak lama datanglah nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai ...
LAUT INI BAIK HATI ...
Seorang pemuda tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai,
LAUT INI PEMBUNUH ...
Tak lama datanglah Seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai..
LAUT INI PENUH BERKAH ...
Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu !!!!!!
Maka .......
JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA.
.
Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang benar.
Meski terkadang kebenaran tidak selalu di hargai.
Ali bin Abi Thalib berkata:
"Jangan menjelaskan tentang diri mu kepada siapa pun,
karena yang menyukai mu tidak butuh itu.
Dan yang membenci mu tidak percaya itu.
Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi
Siapa yang mau berbuat baik.
Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan ...
Namun Hapuslah kesalahan...
demi lanjutnya Persaudaraan..
Jika datang kepadamu gangguan...
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.
Kurangi mengeluh teruslah berdoa dan berikhtiar.
Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti mu.
lalu dia menulis di pinggir pantai ...
LAUT INI MALING ...
Tak lama datanglah nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai ...
LAUT INI BAIK HATI ...
Seorang pemuda tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai,
LAUT INI PEMBUNUH ...
Tak lama datanglah Seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai..
LAUT INI PENUH BERKAH ...
Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu !!!!!!
Maka .......
JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA.
.
Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang benar.
Meski terkadang kebenaran tidak selalu di hargai.
Ali bin Abi Thalib berkata:
"Jangan menjelaskan tentang diri mu kepada siapa pun,
karena yang menyukai mu tidak butuh itu.
Dan yang membenci mu tidak percaya itu.
Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi
Siapa yang mau berbuat baik.
Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan ...
Namun Hapuslah kesalahan...
demi lanjutnya Persaudaraan..
Jika datang kepadamu gangguan...
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.
Kurangi mengeluh teruslah berdoa dan berikhtiar.
Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti mu.
Minggu, 25 September 2016
Manfaat Bertanya Kepada Istri
Seorang motivator sebut aja namanya Mr. Ron, yang menyampaikan ceramah
di suatu Workshop yang di hadari oleh para Karyawan sebuah instansi, dan
beliau memberikan nasehat bijak :
"Pernahkah bapak-bapak memuji istri yang setiap hari sudah menyediakan makanan dgn penuh cinta?
"Coblah sesekali kita perlu melakukannya, yakni memuji masakan istri kita."
Mas Jamal (bukan nama sesungguhnya), sepulang dari workshop itu, langsung mempraktekkan nasehat bijak sang motivator.
Saat hendak makan, melihat makanannya, lalu memandang istrinya. Mereka saling tersenyum. Begitu bahagianya.
Selesai makan, ia memuji istrinya:
"Oh, masakan ini sungguh luar biasa enaknya..!"
Tak disangka, sang istri malah menangis sedih ....
dengan nada keras lalu berkata:
"Udah bertahun-tahun aku memasak utkmu, tapi kamu nggak pernah ngomong begitu!
Giliran hari ini dapat masakan dari tetangga depan itu, kamu bilang masakannya luar biasa?"
Mr. Ron : -_-
*...... Hadeuh..., salah lagi.... salah lagi .....*
tetep tersenyum... wkwkwk
sumber. blog ayah edi
"Pernahkah bapak-bapak memuji istri yang setiap hari sudah menyediakan makanan dgn penuh cinta?
"Coblah sesekali kita perlu melakukannya, yakni memuji masakan istri kita."
Mas Jamal (bukan nama sesungguhnya), sepulang dari workshop itu, langsung mempraktekkan nasehat bijak sang motivator.
Saat hendak makan, melihat makanannya, lalu memandang istrinya. Mereka saling tersenyum. Begitu bahagianya.
Selesai makan, ia memuji istrinya:
"Oh, masakan ini sungguh luar biasa enaknya..!"
Tak disangka, sang istri malah menangis sedih ....
dengan nada keras lalu berkata:
"Udah bertahun-tahun aku memasak utkmu, tapi kamu nggak pernah ngomong begitu!
Giliran hari ini dapat masakan dari tetangga depan itu, kamu bilang masakannya luar biasa?"
Mr. Ron : -_-
*...... Hadeuh..., salah lagi.... salah lagi .....*
tetep tersenyum... wkwkwk
sumber. blog ayah edi
Jumat, 23 September 2016
Kisah Cinta Sejati, Utsman bin ‘Affan dan Gadis belia, Naila binti al-Kurafashah
Tatkala Utsman bin ‘Affan menjadi Khalifah Rasul yang ketiga,
menggantikan posisi Amirul Mukminin Umar bin Al Khathab yang syahid di
tangan kafir Majusi. Kala itu ia memutuskan untuk menikah yang kesekian
kalinya. Usianya memang tidak muda dan bahkan sudah sangat terbilang
tua. Saat itu, ia telah berusia sekitar delapan puluh tahun. Rambutnya
telah memutih dan kekuatan jasadnya tidak lagi seperti pemuda.
Dan yang lebih mencengangkan adalah bahwa ia menikahi seorang gadis belia yang baru mekar. Usianya baru delapan belas tahun tatkala pernikahan itu terjadi. Namanya adalah Nailah binti Al Qurafashah atau Nailah binti Al Farafishah Al Kalbiyah, seorang gadis cantik dari negeri Syam. Bukan hal mudah bagi keduanya untuk saling membersamai dalam singgasana pernikahan mengingat usia mereka yang terpaut sangat jauh, delapan puluh dan delapan belas. Namun, keduanya telah memutuskan untuk mencintai.
“Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang kamu temui di sini,” kata Utsman tatkala pertama kali menyambut Nailah. “Apakah engkau tak keberatan menikah dengan seorang pria tua bangka?”
“Aku termasuk perempuan yang lebih suka memiliki suami yang lebih tua,” jawab Nailah sambil tertunduk. Rasa malu menggelayuti hatinya.
“Namun, aku telah jauh melampui ketuaanku,” kata Utsman kembali. Ia seakan menguji kesungguhan keputusan gadis cantik yang mau dinikahinya itu, menelisik kesungguhan keputusannya untuk mencintai lelaki tua seperti dirinya.
“Tapi masa mudamu sudah kau habiskan bersama Rasulullah,” jawab Nailah sambil tersenyum, “Dan itu jauh aku lebih sukai dari segala-galanya.”
Rabu, 21 September 2016
Salah 1 Cara Ustman RA Menjaga Kehormatan Istrinya
Salah satu cerita pendek yang perlu dipelajari, bagaimana beraninya Ustman RA yang dikenal pemalu menyayangi dan melindungi istri.
Pada saat kejadian pembunuhan Khalifah ketiga Utsman bin Affan, istri
beliau Na’il – sesuai dengan tradisi Arab dalam mengusir orang asing
mengganggu privasi rumah tangga – menyingkap rambutnya untuk membuat
orang asing yang hadir terganggu. Melihat hal itu, Khalifah meminta
Na’il untuk menutup rambutnya dengan berkata
“Melihat KEMATIAN lebih
mudah bagi beliau daripada melihat rambut istri beliau (tersingkap di
depan orang banyak) dan kesuciannya ternodai.”
Mendengar ucapan beliau,
Na’il segera menutup rambutnya dan menemani suaminya sampai mangkat.
Next Post, Kisah Syahid Na'il yang melegenda
Langganan:
Postingan (Atom)