terhadap sesuatu, bisa jadi ia tidak benar benar menginginimu, dan engkau tak bisa terlalu tinggi berharap. tapi Allah lah yang ingin kalian bertemu
hidup bukan hanya tentang sebaik baik pinta, tapi bagaimana bertanggung jawab atas setiap pemberian. lagi, Allah sebaik baik pemberi sebab
Minggu, 27 Maret 2016
Jumat, 25 Maret 2016
Rizki-ku ada di langit, bukan di tempat kerja.!
"Bekerja adalah mencari sebab terbaik turunnya Rizki dari Allah, namun ada juga kondisi dimana tawakkal juga diutamakan"
Belajar Tawakal Kepada Putri 10 Tahun ...
Hatim Al Ashom, Ulama besar muslimin, teladan kesederhanaan dan tawakal.
Hatim suatu hari berkata kepada istri dan 9 putrinya bahwa ia akan pergi untuk menuntut ilmu.
Istri dan putri-putrinya keberatan. Karena siapa yang akan memberi mereka makan.
Salah satu dari putri-putri itu berusia 10 tahun dan hapal Al Quran.
Dia menenangkan semua: "Biarkan beliau pergi. Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!"
Istri yang Menyejukkan Mata
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim
Ada do’a sederhana yang ringan diucapkan, tetapi berat terasa ketika merenunginya. Inilah do’a memohon kepada Allah Ta’ala karunia istri (pun suami) dan keturunan yang menjadi penyejuk mata di dunia dan akhirat. Cerita tentang anak beserta keturunan berikutnya yang menyejukkan mata hati senantiasa membangkitkan kerinduan terhadapnya, bahkan bagi yang sudah memiliki banyak anak. Sesungguhnya sejuknya hati memandang anak keturunan, bertingkat-tingkat keadaannya. Karenanya, kita senantiasa berharap agar anak keturunan kita semakin baik, semakin baik lagi dan semakin menyejukkan mata hati kita. Tetapi sebelum anak-anak beserta keturunan kita berikutnya, ada yang terlebih dulu kita harap menyejukkan mata hati ini, yakni istri (suami) kita. Inilah yang merisaukan, terutama ketika bertanya pada diri sendiri, adakah diri ini menyejukkan mata baginya?
Marilah kita renungi sejenak tatkala Allah Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Dan orang orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74).
Inilah satu di antara do’a-do’a terbaik yang Allah Ta’ala sukai; do’a terbaik yang kita pun sangat patut memohonkannya kepada Allah Ta’ala dan merindui dikabulkannya bagi kita. Inilah do’a yang kita pun seharusnya mencita-citakan terwujud di dalam keluarga kita; anak-anak yang menjadi imam, yakni manusia utama, manusia pilihan yang sangat baik dan penuh manfaat bagi manusia lainnya.
Kamis, 24 Maret 2016
Pengaruh Tabiat Istri Terhadap Cara Suami Mencari Nafkah.
Hasan al-Bashri berkata:
“Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli dari pedagang lain.” 2 tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya: ”Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?”Ia menjawab : “Iya benar”Aku bertanya lagi:”Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!”Ia pun bercerita:”Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia menganggapnya sedikit.
Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata:’Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal). Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)’. ”Masya Allah….............
Milikilah sifat Qana’ah -suka menerima- / jiwa selalu merasa cukup.Biasanya Wanita (Istri) sering TERJEBAK pd KEINGINANnya tuk terlihat Cantik dgn Pakaian yg Serba Mahal. Janganlah menjadi jurang dosa bagi Suamimu.
Wanita shalihah akan mendorong Suaminya kpd kebaikan, keta’atan sedangkan wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya untuk berbuat dosa,kemakshiatan.
CUKUPKAN DIRI DGN YG HALAL&BAIK. Ukuran Rizki itu terletak pada keberkahannya, bukan pada jumlahnya.
[Kitab al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (5/252) karya Abu Bakr Ahmad bin Marwan ].
Selasa, 22 Maret 2016
Rahasia Kebahagiaan
وصية ﺍﻟﺸﻨﻘﻴﻄﻲ لابنه :
Wejangan syekh Asy syinqithi kepada anaknya
"عن السعادة"
RAHASIA KEBAHAGIAAN
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ ... ، ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻ ﺗﻨﺴﻪ ...!، ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ.
ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺨﻄﺊ ﻭ ﻗﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ : ( ﺍﻗﺮﺃ ﻭ ﺍﺭﺗﻖ ﻭ ﺭﺗﻞ )
Wahai ananda, ulangi terus membaca Alquran, jgn sampai melupakannya, hari kiamat kelak akan ada acara penganugerahan penghargaan yg tidak sama dg acara2 di dunia. Oleh karena itu jgn sampai salah, padahal sudah disampaikan kepadamu : "bacalah, naiklah dan tartilkanlah ... !"
جالس العلماء بعقلك !.
Duduklah bersama ulama dg akalmu !.
و جالس الامراء بعلمك !.
Duduklah bersama pemimpin dg ilmumu !.
و جالس الاصدقاء بأدبك !.
Duduklah bersama teman dg etikamu !.
و جالس أهل بيتك بعطفك !.
Duduklah bersama keluarga dg kelembutanmu !.
Wejangan syekh Asy syinqithi kepada anaknya
"عن السعادة"
RAHASIA KEBAHAGIAAN
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ ... ، ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻ ﺗﻨﺴﻪ ...!، ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ.
ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺨﻄﺊ ﻭ ﻗﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ : ( ﺍﻗﺮﺃ ﻭ ﺍﺭﺗﻖ ﻭ ﺭﺗﻞ )
Wahai ananda, ulangi terus membaca Alquran, jgn sampai melupakannya, hari kiamat kelak akan ada acara penganugerahan penghargaan yg tidak sama dg acara2 di dunia. Oleh karena itu jgn sampai salah, padahal sudah disampaikan kepadamu : "bacalah, naiklah dan tartilkanlah ... !"
جالس العلماء بعقلك !.
Duduklah bersama ulama dg akalmu !.
و جالس الامراء بعلمك !.
Duduklah bersama pemimpin dg ilmumu !.
و جالس الاصدقاء بأدبك !.
Duduklah bersama teman dg etikamu !.
و جالس أهل بيتك بعطفك !.
Duduklah bersama keluarga dg kelembutanmu !.
Langganan:
Postingan (Atom)