Selasa, 07 April 2015

Agar Hati Menjadi Tenang

Kisah sahabat Nabi yang hatinya tidak tenang

Di suatu pagi di kota madinah terlihat oleh baginda Rosululloh saw, seorang sahabat  yang sedang duduk termenung, sebentar ia mengganti posisi duduknya, sebentar ia menengadah, sebentar kemudian ia menghela nafas,Ia adalah Abu Umamah yang sedang  duduk dengan air muka yang lesu di dalam masjid, padahal ketika itu seperti  biasanya seluruh penduduk Madinah sedang berada dalam kesibukan, baik bertani, berdagang, maupun  mengurus keperluan rumah tangga

kemudian Rosululloh saw, mendekatinya dan berkata ” wahai Abu Umamah, aku lihat engkau sangat gelisah (baca :Galau), apa yang membuatmu gelisah ya Abu umamah?”

Selasa, 31 Maret 2015

✽ CEMBURU NYA AL-QUR'AN ✽



❥ Kalau saja Al-Qur’an punya rasa CEMBURU..

❥ Ia mungkin iri dengan Handphone yang setiap saat hampir selalu dalam genggaman..

❥ Begitu ada pesan langsung dilihat begitu ada telepon langsung diangkat..

❥ Atau ia iri dengan twitter dan facebook..

❥ Yang notifikasinya mampu
mengalihkan perhatian..

❥ Yang beritanya dilihat berkal-kali sehari yang kalimatnya dicermati bahkan dinanti..

❥ Atau ia iri dengan teman sejenisnya..

❥ Novel, majalah, buku-buku yang tebalnya berkali-lipat tapi mampu dilahap dengan singkat..

❥ Kalau saja Al-Qur’an punya rasa cemburu..

❥ Ia bisa saja marah dan memutuskan hubungan dengan pemiliknya karena mereka lalai tak memprioritaskannya..

❥ Tapi kawan,cemburu nya Al-Qur’an itu UNIK :

❥ Bukan sekedar cemburu karena egois tak diperhatikan..

❥ Ia tak sedih apalagi marah, ia tak berontak, apalagi merengek minta diperhatikan..

❥ Cukup baginya memberi kita pelajaran dengan membuat kita lupa padanya..

❥ Membuat bagian darinya yang telah melekat dalam ingatan,meluap satu per satu dan ‘cemburu’ itu lebih menyedihkan,dibanding marahnya pihak lain yang cemburu..

❥ Karena saat pihak lain cemburu, bisa jadi mereka hanya marah dan siap membaik saat kita kembali..

❥ Tapi saat Al-Qur’an ‘cemburu’, ia akan meluapkan ingatan kita tentangnya,yang membuat kita tertatih, saat ingin kembali pada NYA,Ia terlalu spesial..

❥ Yah, Al-Qur’an terlalu spesial untuk dibandingkan dengan apapun, terlalu mahal untuk disejajarkan dengan apapun..

❥ Maka tak ada kamus kata cemburu dalam hidupnya..

❥ Mari Berpartisipasi dalam Syiar Islam,Klik dan Bagikan Artikel ini,Semoga Bermanfaat dan Menjadi Tambahan amal Shaleh bagi kita Bersama,Insya ALLAH,Aamiin..

Al Balad Verse 4

 

Pekan kemarin, kedatangan seorang guru semasa SMA dulu. alhamdulillah selama sepekan menjadi guide beliau, banyak mendapat pelajaran tentang hidup. salah satunya adalah tafsir surat Negeri ayat ke 4 ini.

  "Sesungguhnya kami telah ciptakan manusia itu dalam ke adaan susah-payah"

Memperingatkan bahwa Dia telah menciptakan manusia tidak terlepas daripada susah-payah. Susah-payah itulah bahagian yang tidak terpisah dari hidup. 

Berkata Al-Yaman: “Tak ada Allah menciptakan makhluk yang lebih banyak susah-payah dalam hidup ini, melebihi Anak Adam, padahal dia adalah makhluk yang paling lemah pula.”

Kandungan ayat ini akan lebih kita fahami tatkala kita berada dalam keadaan sedih, galau dan semacamnya. 

Dari ayat ini juga Allah hendak memberitahu kita, bahwa bukan hanya kita yang susah, tapi semua mahluk Allah punya kesusahannya masing-masing. ada yang pintu kesusahannya datang dari pintu finansial, ada yang datang dari pintu kesehatan, ada yang kesusahannya datang dari pintu keharmonisan keluarga, ada juga yang datang dari arah keadaan lingkungannya.

Boleh jadi orang kaya terhindar dari kseusahan dari pintu finansial, tapi kondisi keluarganya tidak harmonis. ada juga ahli ibadah yang baik dalam agamanya, Allah beri kesusahan finansial baginya. dan masing-masing kita lebih mengetahui kesusahan apa yang Allah ujikan pada Kita.

dengan memahami ayat ini, kita akan menyadari bahwa kita yang secara ekonomi paspasan yang susah. ternyata  para pejabat pejabat tinggi itujuga susah, para artis terkenal juga susah, para bisnis man itu pun susah, hanya beda pintu masuknya saja.


so,How should we do?

Sikap terbaik bagi seorang muslim untuk menghadapi kesusahan yang ada adalah jangan sampai dengan semua kesusahan yang dimiliki membuat produktivitas menjadi turun apalagi menjadikannya sebagai alasan untuk pesimis.

ada beberapa doa yang dapat dipanjatkan seorang muslim saat menghadapi kesusahan dan kepayahan dalam hidup diantaranya : 

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu,  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

اَللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

 “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan apabila Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2427, Ibnu Sunni dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah no. 351, Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashfahan: 2/305, Imam Al-Ashbahani dalam al-Targhib: 1/131. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam  Silsilah Shahihah 6/902, no. 2886 dan mengatakan, “Isnadnya shahih sesuai syarat Muslim.”)