Pelajaran lagi dari bang Ippo
Sesiapa yang suka
melambat-lambatkan pekerjaan maka tidak akan dipercepat rezekinya,"
pesan Nabi Muhammad yang kemudian diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Maka,
lakukan segala sesuatu dengan segera. Ya, segera. Bahkan ketika satu
tugas sudah selesai, maka kerjakan tugas lain dengan segera. Jangan
menunda. Demikianlah seruan Yang Maha Kuasa.
Menariknya, begitu
kita menyelesaikan tugas yang penting, sebenarnya otak kita melepaskan
hormon beta-endorphin. Hormon ini adalah remedi alami untuk kebahagiaan.
Dan hati-hati. Penundaan akan menggerus good mood. Penundaan
akan mengundang kegagalan. Penundaan akan memantik masalah demi masalah.
Saran
saya, "Selagi itu legal dan halal, ya sudah, lakukan saja. Jangan
ditunda." Coba perhatikan kebiasaan orang-orang sukses. Mereka tidak
suka menunda pekerjaan.
Minggu, 17 Desember 2017
Rabu, 29 November 2017
Minggu, 19 November 2017
Kamis, 16 November 2017
Petani Miskin
Dahulu kala,
ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yg sangat indah dan gagah..
Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yg sangat tinggi.. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya..
Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya..
Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya..
Maka teman-temannya berkata :
"Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang.."
Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar...
Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya..
Lalu teman-temannya berkata :
Wah Beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan.."
Si petani tetap hanya diam saja..
Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah.. Teman-temannya berkata :
"Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah.."
Si petani tetap diam tanpa komentar..
Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu,
semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang,
kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan..
Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis :
"Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami.."
Si petani kemudian berkomentar :
"Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dg mengatakan nasib baik atau jelek..
Semuanya adalah suatu rangkaian proses yg belum selesai...
Syukuri dan terima keadaan yg terjadi saat ini.. Apa yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok..
Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok..
Tetapi yg pasti, ALLAH paling tahu yg terbaik buat kita...
Bagian kita adalah, mengucapkan syukur dalam segala hal,
sebab itulah yg dikehendaki ALLAH di dalam hidup kita ini.. J
alan yg dibentangkan ALLAH belum tentu yg tercepat, bukan pula yg termudah.. t
api sudah pasti yang terbaik..."
Semoga menjadi lebih baik dan bermanfaat utk diri dan sesama.
Robbana Taqobbal Minna Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami),
آمِيْنَ...آمِينَ ياَرَبَّ الْعَالَمِيْنَ
ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yg sangat indah dan gagah..
Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yg sangat tinggi.. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya..
Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya..
Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya..
Maka teman-temannya berkata :
"Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang.."
Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar...
Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya..
Lalu teman-temannya berkata :
Wah Beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan.."
Si petani tetap hanya diam saja..
Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah.. Teman-temannya berkata :
"Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah.."
Si petani tetap diam tanpa komentar..
Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu,
semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang,
kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan..
Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis :
"Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami.."
Si petani kemudian berkomentar :
"Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dg mengatakan nasib baik atau jelek..
Semuanya adalah suatu rangkaian proses yg belum selesai...
Syukuri dan terima keadaan yg terjadi saat ini.. Apa yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok..
Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok..
Tetapi yg pasti, ALLAH paling tahu yg terbaik buat kita...
Bagian kita adalah, mengucapkan syukur dalam segala hal,
sebab itulah yg dikehendaki ALLAH di dalam hidup kita ini.. J
alan yg dibentangkan ALLAH belum tentu yg tercepat, bukan pula yg termudah.. t
api sudah pasti yang terbaik..."
Semoga menjadi lebih baik dan bermanfaat utk diri dan sesama.
Robbana Taqobbal Minna Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami),
آمِيْنَ...آمِينَ ياَرَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Selasa, 14 November 2017
Adzan Rindu
yang tenggelam turut bayang menghambur
Beriring pemanggil, berteriak PadaMu...
Aku rindu,
akan Suara panjangmu
Yang berteriak disetiap lima waktu
lalu berbisik merdu
disetiap malam-malam syahdu
Sumber
Langganan:
Postingan (Atom)

