Rabu, 11 Juli 2018

Anak Yang Menyejukkan

Senangkah anda bila
anak anda lulusan IPB, ITB, UI, UGM atau
Amerika, Eropa ?...
Lalu kerja di Amerika...?
Anak yg bagaimanakah yg anda
Inginkan ?
                                                            
Aku seorang pensiunan pegawai Kantor Walikota. Usiaku sudah 63 tahun dan sekarang duduk di kursi roda karena suatu penyakit. Suamiku meninggal sewaktu aku memasuki masa pensiun. Anak2 kami ada 4 orang, semuanya berprestasi kecuali si bungsu kami. Dia, yang bungsu, menderita kelainan, wajahnya tidak sempurna dan kelakuannya tidak sesuai dengan umurnya. Tapi hatinya baik dan suka menolong. Ketiga anakku yang lain adalah sarjana ITB, 2 orang mendapat bea siswa ke Amerika dan Jerman dan sekarang ketiga2nya sudah punya perusahaan sendiri yang maju, dan hidup sangat berkecukupan.

Setelah suamiku meninggal aku tinggal berdua saja dengan si bungsu. Pagi2 dia mengangkatku ke kamar mandi, setelah itu mengangkatku lagi ke kursi roda. Dia membantuku berpakaian. Dia juga rajin memasak makanan kesukaanku. Tiap pagi dia membawaku dengan kursi rodaku keliling kompleks perumahan untuk menikmati matahari.

Dalam hidupku yg sepi ini aku sering menangis kalau memandang wajah bungsuku. Bukan karena dia cacat, tapi karena kami selama ini telah menyia2kan nya, menyisihkannya dari anak2ku yg lain. Aku tidak bisa melupakan bagaimana kami tidak pernah mengajaknya liburan bersama kakak2nya, tidak pernah mengikutkannya dalam acara keluarga atau kumpul2 dgn teman dan kerabat. Bahkan dalam foto keluargapun kami tidak mengikut sertakannya. Kami seakan hanya punya 3 anak. Aku juga tidak pernah lupa bagaimana bangganya kami dgn prestasi kakak2nya sejak mereka masuk sekolah TK sampai selesai kuliah. Semua orang kagum dan memuji mereka dan salut dengan cara kami mendidik mereka.

Waktu berlalu, sejak anak2ku berkeluarga, mereka kelihatan sangat sibuk. Mereka jarang menelepon, pulang kerumah waktu liburanpun sekali2 saja. Lebaran tahun lalu si sulung pulang sekeluarga. Tapi aku heran dan sedih, mereka tidak mau menginap di rumah kami, rumah tempat dia dibesarkan. Mereka lebih memilih di hotel. Setelah Sholat led, aku dan si bungsu sudah siap menunggu mereka dengan hidangan rawon dan empal daging kesukaan anakku. Sampai siang mereka belum muncul, kemudian berangsur sore mereka belum juga datang. Aku sudah berusaha beberapa kali menelepon, tetapi teleponnya tidak diangkat. Setelah jam 20.00 malam, si sulung yg kutunggu2 datang juga. Tapi tanpa anak2 dan istrinya. Katanya ringan, "mereka capek seharian pergi puter2 kota, dan sekarang ingin tidur". Waktu kukatakan kalau rawon dan empal sudah disediakan, dia menjawab, "sudah makan Ma, kenyang". Kemudian dia berbalik dan kembali ke hotel. Aku duduk terhenyak. Kenapa semuanya berubah begini? Dia kebanggaanku dari dulu kenapa sekarang jauh berbeda?...
Ya Allah, aku menangis ter-sedu2. Bungsuku berlutut di depanku sambil memegangi tanganku dan berkata: "Ma, jangan nangis, nanti Mama sakit. Empalnya kita aja yg makan. Aku suka kok, Mama juga suka kan?"..   Dia memelukku sembari menghapus air mataku... Kami berpelukan erat.

Ampuni hamba ya Allah, telah menyia-nyiakan karunia terindahMu yg berhati emas ini. Ampuni hamba telah pilih kasih kepada titipanMu. Ampuni hamba telah me-nyia2kan kepercayaanMu yg telah menitipkan dia yg tidak sempurna ini. Ampuni hamba telah menganggapnya tidak ada. Ampuni hamba telah merasa malu menerima titipanMu ini ya Allah. Ampuni hamba telah sombong membangga2kan kakak2nya. Ya Allah, hamba orang yg hina... Ampuni hamba ya Allah...         


Masyaa Allah..._ Kisah Ini Sangat Mengharukan... dan Membuat Kita Semakin Tersadar Bahwa Kadang Allah Memberikan Sesuatu Yg Menurut kita bukan yg terbaik... Namun Allah mempunyai satu rencana indah... Ternyata... itulah KARUNIA INDAH  yg terbaik untuk kita... dan membuat kita bahagia....  👍🌹

 _Semoga bermanfaat dan sbg muhassabah diri kita atas semua pemberian Allah dg selalu bersyukur KpdNya..
nikmati hidupmu dan syukuri karuniaNya... semoga kita diberkahi  anak anak yang shaleh dan penuh Iman... aamiin.....

Selasa, 03 Juli 2018

BEDA tapi SAMA & SERUPA tapi TAK-SAMA

Orang yang Mencintai Kita hingga dia Menutup Mata ialah... IBU 
Orang yang Mencintai Kita dengan tiada Ekspresi Mata ialah... BAPAK

IBU : Memperkenalkan Kita kepada Dunia.  
BAPAK : Memperkenalkan Dunia kepada Kita. 

IBU : Membawa Kita kepada Kehidupan. 
BAPAK : Membawa Kehidupan kepada Kita. 


IBU : Menjaga Kita supaya tidak Lapar.  
BAPAK : Membuat Kita tahu Makna Lapar. 

IBU : Memberi Kita Kasih Sayang
BAPAK : Memberi Kita Tanggung Jawab.

IBU : Mengajar Kita supaya Tidak Terjatuh.  
BAPAK : Mengajari Kita Bangun bila Terjatuh.

IBU : Mengajarkan Kita Berjalan. 
BAPAK : Mengajarkan Kita Jalan Hidup.

IBU : Mengajar Kita melalui Pengalamannya.  
BAPAK : Mengajar Kita untuk mendapatkan Pengalaman.

IBU : Memperkenalkan Ideologi.  
BAPAK : Memperkenalkan Realitas.

KASIH IBU Diketahui Semenjak Kita Dilahirkan.  
KASIH BAPAK Diketahui Bila Dia Sudah Tiada

Kasihilah BAPAK Anda. 
Sayangilah IBU Anda.  
Selama Mereka Masih Ada 

Rumah tidak akan Berseri tanpa Kehadiran Anak
tapi... Rumah akan lebih Sunyi bila IBU & BAPAK sudah tiada... 

ini sekadar Renungan Bersama buat Kita sebagai ANAK dan sebagai IBU & BAPAK 
 bagi Anak-anak Kita... 
Sebagai Keluarga kita harus...  
Saling mengingatkan,  
Saling mengasihi bahkan Saling mengampuni.  

Kita tidak bisa memilih / menentukan mau dilahirkan di Keluarga ini atau di Keluarga itu. 


Semua sdh dalam RancanganNya dan Kita tahu bahwa Rancangan Tuhan Selalu Baik,  
Tinggal bagaimana Pilihan kita... 
Memilih untuk... Bersyukur & Bahagia atau Bersungut2 & Tidak Bersyukur 
Sehingga Tidak Pernah Bahagia.  

F ATHER  
A ND 
M OTHER 
I  
L OVE  
Y OU  

RENUNGAN Lebih baik menangis satu kali dihadapan orang tua semasa dia Hidup  
Dari pada menangis 1000 kali di atas Pusaranya 
oleh sebab itu sayangi dan berbaktilah kepada kedua orang tua kita

Kamis, 28 Juni 2018

50 tahun yang akan datang (part 1)

diambil dari buku Positive Parenting Ust M. FAizul Adhim
 
50 tahun yang akan datang…
Mungkin kita sudah mati dan jasad kita dikubur entah dimana; atau sedang tua renta sehingga harus berpegangan tongkat untuk berjalan; atau sedang menjemput syahid di jalan Allah di hari yang sama dengan hari ketika kita bertemu sekarang dan jam yang sama dengan jam saat kita berbincang; atau kita sedang menunggu kematian datang dengan kebaikan yang besar dan bukan keburukan. Allahumma amin…

Selasa, 05 Juni 2018

Rest Area Pebisnis

Inilah jawaban kenapa seorang pebisnis wajib masuk rest area

Ada ya rest area para enterpreneur ?
Ternyata ada.

Ada yg menarik tentang rest area ini. Seorang bapak yg baru berniat berbisnis dan meminta pada Allah agar diberikan bisnis, Allah ijabah doa nya, beliau awalnya kerja di NTP salah satu anak perusahaan PT DI, sekarang punya perusaahan dan berkantor di Singapur. Bliau sekarang salah satu penasehat genpro disalah satu chapter di jabar

Ada lagi seorang sahabat member genpro yg tahun lalu masuk rest area. Kemudian meminta pada Allah agar diberikan usaha, sebagai tambahan aktifitas bliau di salah satu lembaga pendapingan keluarga, alhamdulillah sekarang punya bisnis grosir telor dan beras.

Kemudian ada seorang pengusaha mitra pertamina, yg sebelumnya susah mendapatkan orderan besar diatas 1 M. Wasilahnya setelah meminta pada Allah saat masuk rest area. Allah ijabah doanya. Sekarang orderan diatas 1 M hal yg mudah bagi bliau.

Ada seorang pengusaha yg down selama 4 bulan  karena mengalami masalah, ditipu mitranya sebesar 1 M, padahal uang itu sebagian besar uang investor.  Masuk rest area dan keluar dalam kondisi bangkit kembali. Dan sekarang hutang hutangnya sudah lunas.

Seorang pebisnis owner stiker mobil. Yg juga kebetulan member Genpro. Menghadapi masalah cash. Tidak punya uang untuk membayar THR karyawannya. Masuk rest area di Masjid habiburrahman Bandung.

Alhamdulillah Allah beri uang cash melalui wasilah dari teman bliau. Sehingga bukan gaji dan THR karyawan saja yg di dapat, bahkan uang untuk keluarganya pun di dapat. Dan sudah 2 tahun ini rest areanya pindah ke Masjidil Haram.

Dan banyak lagi kisah-kisah inspiratif lainnya yg ana dengar saat berada di rest area dgn pebisnis pebisnis ini.

Dalam berbisnis, rest area kita adalah i'tikaf 10 hari terakhir dibulan Ramdhan. Di 10 hari terakhir ini Rasulullah mencontohkan kepada kita untuk itikaf 10 hari penuh untuk menjemput keberkahan dan keutamaan lailatul Qadr.

Di rest area ini kita bisa fokus mendekat pada sang Khaliq, melantunkan semua doa doa kita, mengisi hari dgn ibadah yaumiyah yg lebih intensif dgn Shalat berjamaah, shalat-shalat sunat, tilawah alquran, mengupdate kembali ruhi kita. Menguatkan kembali visi dan misi kita. Meriview kembali dream kita.

Banyak sekali bonus bonus di rest area ini, salah satu yg sangat menarik, orang yg masuk rest area ini, peluangnya untuk mendapatkan lailatul Qadr sangat besar sekali.

Telah banyak pebisnis yg merasakan manfaatnya.
Saat masuk rest area ini, maka garansi dari Allah akan diurus usahanya selama i'tikaf, diberi jalan keluar dari masalah dan akan mendapatkan rizki yg berkah.

Sayangnya rest area dgn seabrek keutamaan dan fasilitas ini tidak selalu ada. Adanya hanya di 10 hari terakhir dalam bulan Ramadhan. Tahun depan belum tentu kita bisa bertemu kembali.

Yuk teman-teman jangan sampai tidak masuk rest area ini, karena hanya ada 10 hari dalam 365 hari kita  dalam setahun.

Segera rencanakan hari ini, masjid mana yg akan kita jadikan rest area kita.

Semoga kita bisa mencapai semua cita cita kita, maslahat buat keluarga, lingkungan, umat dan dakwah.

Senin, 21 Mei 2018

Kematian dan Al Quran

Apakah org yg meninggal sadar bahwa dirinya sdh mati????

Orang yang mati awalnya tidak menyadari bahwa dirinya mati. Dia merasa dirinya sedang bermimpi mati. Dia melihat dirinya ditangisi, dimandikan, dikafani, disholati hingga diturunkan ke dalam kubur. Dia merasa dirinya sedang bermimpi saat dirinya ditimbun tanah. Dia berteriak-teriak tapi tidak ada yang mendengar teriakannya

Beberapa waktu kemudian

Saat semua sudah pulang meninggalkannya sendirian di bawah tanah. Allah kembalikan ruhnya. Dia membuka mata, dan terbangun dari “mimpi” buruknya.

Dia senang dan bersyukur, bahwa ternyata apa yang dia alami hanyalah sebuah mimpi buruk, dan kini dia sudah bangun dari tidurnya.

Kemudian dia meraba badannya yang hanya diselimuti kain sambil bertanya kaget,
“Dimana bajuku? Kemana celanaku?” Lalu dia meraba sekelilingnya yang berupa tanah “Dimanakah aku?” “Tempat apa ini? Kenapa bau tanah dan lumpur?” Kemudian dia mulai menyadari bahwa dia ada di bawah tanah, dan sebenarnya apa yang dialaminya bukanlah mimpi! Ya, dia sadar bahwa dirinya benar-benar telah mati.

Berteriak lah dia sekeras-kerasnya, memanggil orang-orang terdekatnya yang dianggap bisa menyelamatkannya:

“Ibuuuuu….!!!! “Ayaaaaaah…!!!!”
“Kakeeeeek!!!” “Neneeeek!!”
“Kakaaaaak!!!” “Sahabaaaaat!!!”

Tidak ada seorang pun yang menjawab nya. Dia yang selama ini lupa pada Allah pun ingat bahwa ALLAH adalah satu-satunya harapan.

Menangis lah dia sambil meminta ampun, “Ya, Allaaaaaaah…. Ya Allaaaaaaah…. Ampuni aku ya Allaaaaaaah….!!!”

Dia berteriak dalam ketakutan yang luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya sepanjang hidupnya.

Jika dia orang baik, maka muncullah dua malaikat dengan wajah tersenyum akan mendudukkannya dan menenangkannya, menghiburnya dan melayaninya dengan pelayanan yang terbaik.

Jika dia orang buruk, maka dua malaikat akan menambah ketakutannya dan akan menyiksanya sesuai keburukannya.

 Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur

Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya)

Al Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang – orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

Setelah dikuburkan dan orang – orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”

Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata, “Aku adalah Al quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.

Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.

Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa ibu bapakku, keluargaku, saudaraku dan seluruh kaum muslimin, Ya Allah, jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SurgaMu. Aamiin.