Senin, 16 April 2018

WANITA YANG KEMATIANNYA DISAMBUT PARA MALAIKAT

Kisah ini mungkin telah sering kita dengar. Namun, sekedar mengingatkan kembali tentang perjuangan wanita mulia ini, semoga dapat mengembalikan ghirah kita untuk juga bisa menteladani beliau, wanita yang ‘berhati baja’.

Nusaibah Binti Ka’ab radhiyallahu anha, namanya tercatat dalam tinta emas penuh kemuliaan.
Bahkan kematiannya mengundang ribuan malaikat untuk menyambutnya.

Hari itu Nusaibah sedang berada di dapur. Suaminya, Said sedang beristirahat di bilik tempat tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh bagaikan gunung-gunung batu yang runtuh. Nusaibah menerka, itu pasti tentara musuh. Memang, beberapa hari ini ketegangan memuncak di kawasan Gunung Uhud. Dengan bergegas, Nusaibah meninggalkan apa yang sedang dilakukannya dan masuk ke bilik. Suaminya yang sedang tertidur dengan halus dan lembut dikejutkannya.

“Suamiku tersayang”, Nusaibah berkata, “Aku mendengar pekik suara menuju ke Uhud. Mungkin orang-orang kafir telah menyerang.”

Said yang masih belum sadar sepenuhnya, tersentak. Dia menyesal mengapa bukan dia yang mendengar suara itu. Malah isterinya. Dia segera bangun dan mengenakan pakaian perangnya. Sewaktu dia menyiapkan kuda, Nusaibah menghampiri. Dia menyodorkan sebilah pedang kepada Said.

“Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang.”

Said memandang wajah isterinya. Setelah mendengar perkataannya itu, tak pernah ada keraguan padanya untuk pergi ke medan perang. Dengan sigap dinaikinya kuda itu, lalu terdengarlah derap suara langkah kuda menuju ke utara. Said langsung terjun ke tengah medan pertempuran yang sedang berkecamuk. Di satu sudut yang lain, Rasulullah melihatnya dan tersenyum kepadanya. Senyum yang tulus itu semakin mengobarkan keberanian Said.

Business Battlefield

Peperangan saat ini adalah pada Model Bisnisnya.  

Taxi Model bisnisnya membutuhkan Driver, Mobil, Kantor, 
dan seluruh aset yg ada adalah milik perusahaan Taxi itu yg menjadi Cost.  

Taxi Online Semua cost di geser ke Partnership.  
Buku Saat ini sudah digitalisasi, membuat penjualan buku secara langsung menurun. 

Pengajaran Dengan online, maka sekali take video, 
penjualan bisa berlanjut terus tanpa perlu mengajar berulang-ulang. 

Pisang goreng, Nasi Bakar, Transfer Knowledge, 
apapun produknya, apapun layanannya, apapun... 
Rasakan!!! Apapun! Valuenya sama, 
Model bisnisnya beda, Berbeda Hasilnya!!! 

Utak-atik model bisnismu dengan cost yg paling rendah 
dengan revenue yg paling tinggi! Lakukan!! 
"Dibalik kesulitan ada kemudahan, dan dibalik kesulitan ada kemudahan" 
Cerita kesuksesan semua orang2 hebat yg luar biasa, 

dimulai dari kesulitan yg luar biasa. 
Jadi percayalah!!! Percayalah!!! Bergerak Terus!!! 

By Rendy Saputra 
Led by Coach Dr.Fahmi 
GROUNDED FAMILY 
Bandung Sinergy

Kamis, 05 April 2018

GOAL, Part 1

Goal atau tujuan
adalah hal yang sangat ,kudu harus diperhatikan banget sama seseorang dalam segala aspek

karena salah menetapkan tujuan hanya akan membuat tindakan dilakukan tanpa arah
ibarat naik taksi. pas ditanya sama abang taksinya "mau kemana?" jawaban nya
"terserah bang yang penting jalan"\
bingungkan, ni orang kebanyakan uang aau lagi depressi berat

dalam rumah tangga, tidak menentukan GOAL akan membuat rumah tangga berjalan tanpa ruh
apa pun yang dilakukan hanya sebatas nyari uang, makan, liburan terus repeat and repaet again sampai tua. ujung ujungnya nyesel, selama ini berumah tangga ngapain aja.. banyakiin nyari gaji tapi lupa ngaji.

dalam bisnis lebih parah, GOAL yang salah menyebabkan owner salah ambil tindakan.
akhirnya yang didapat oleh bisnis owner hanya capek tenaga dan habis waktu. tanpa menciptakan cash flow yang sehat dalam usahanya

dalam hidup, Jiaka GOAL nya ambrol, maka lihatlah sebagian besar masyarakat saat ini. banyak yang pe Ijazah tapi tidak ber izzah
banyak yang bertenaga tapi tidak mentenagai bahkan untuk dirinya sendiri

bagaimana menentukan goal yang tepat
insya Allah tunggu di bagian 2 ya



Rabu, 04 April 2018

AKHIRNYA KE MASJID JUGA...

Kalau ingin pergi ke masjid selalu sedikit memutar. 
Pertama, sunnah .... 
Kedua. ingin aku lewat rumah Fulan 
Fulan, tetangga dekat, hanya kehalangan beberapa rumah. 
Bukan ingin riya, tapi berharap Syiar. 
Barang kali saja kalau sering melihat orang ke masjid... 
hati Fulan tersentuh jadi ingin ke masjid juga  

"Punten ... ikut yuk..!" Sambil jabat tangan Fulan  
"Ayo ke masjid bareng ..!" 
Saya bilang sambil menggandeng Fulan.  
"Kalau ingin pergi ke masjid mah, tak harus mengajak ajak ..! Sekalian beritahu Ustad, Kalau lagi ceramah di masjid pakai speaker Luar.. Jangan suka menyindir .. ! Mau sholat... atau tidak, terserah orang saja...!" jawab Fulan.

Saya tidak ingin menjawabnya, tidak ada gunanya.
Berapa kali ngajak Fulan ke masjid tapi ga pernah mau, malah marah, sampe pernah ngelempar gelas/cangkir. 
Tapi hari ini, Fulan ada di masjid. 
Saya meneteskan air mata, melihat Fulan berada paling depan... 
Terbujur kaku...

Minggu, 01 April 2018

"Whiner or Winner"


 Dr. Mardani Ali Sera Mungkin ada di antara kita yang tidak mengenal Jean-Dominique Bauby. Ia pemimpin redaksi majalah Perancis 'Elle'. Tahun 1996 ia meninggal pada usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoar yang "ditulisnya" secara istimewa dan diberinya judul Le Scaphandre et le Papillon (The Bubble and the Butterfly), yang mengisahkan tentang sang pemimpin redaksi itu. 
 
Pada 1995 Jean terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut 'locked-in syndrome', kelumpuhan total yang ia sebut 'seperti pikiran di dalam botol'. Memang Jean masih bisa berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kiri. Jadi itulah caranya berkomunikasi dengan para perawatnya, dokter rumah sakit, keluarga dan teman-temannya. Mereka menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip bila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. 'Bukan main', kata setiap orang yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. 
 
Namun, kalau kita disuruh menulis dengan cara si Jean, barangkali kita harus menangis dulu berhari-hari. Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup si Jean untuk tetap menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal 3 hari setelah bukunya diterbitkan. Nah, berapa pun problem dan stress hidup kita, tiada artinya jika dibandingkan dengan problem si Jean. Dalam memoarnya ia menulis: 'Aku akan jadi orang paling bahagia di dunia ini, jika aku bisa menelan ludahku saja'. Bisa dibayangkan, menelan ludah pun ia tak mampu, sementara banyak orang yang masih bisa makan bakmi dsb, mengeluh setiap hari, sepanjang tahun. Apa lagi yang dikerjakan Jean dalam kelumpuhan totalnya selain menulis buku ? Ia mendirikan asosiasi penderita 'locked-in syndrome' untuk membantu keluarga penderita. 
 
Ia juga menjadi 'bintang film' sebagai pemeran utama dalam film yang dibuat TV Perancis yang menceritakan kisah Jean. Ia merencanakan untuk menulis, menulis dan menulis buku selanjutnya. Pokoknya ia hidup 'to celebrate life, to do something good for others'. (rayakan hidup ini, dengan melakukan kebaikan bagi orang lain) Adakah arti kisah nyata si Jean buat kita ? Betapa pun dahsyat masalah kita saat ini, stress berat, konflik batin dengan diri sendiri maupun orang lain, tak bahagia dengan pasangan, kebutuhan hidup tak terpenuhi, baru saja di-PHK dst, saya yakin kita masih bisa menelan ludah bukan ? 
 
Mari, kita jangan terus menjadi whiner (pengeluh abadi), melainkan jadi winner (pemenang) atas kehidupan ini. Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal Ketika aku tersenyum bukan berarti hidupku sempurna. Aku hanya mensyukuri apa yg aku punya dan apa yg telah Tuhan berikan untukku. Selalu Bersyukur Setiap hari Alhamdulillah


FROM WAG