Sabtu, 10 Desember 2016
Minggu, 27 November 2016
AKULAH SI TELAGA
Oleh : SDD
Akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;
Berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil
Berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil
yang menggerakkan bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja
Perahumu biar aku yang menjaganya
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
Kumpulan Sajak,
1982.
Jumat, 25 November 2016
KEBERKAHAN DALAM HIDUP
Seseorang datang kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kesempitan hidup yang ia alami.
Dia memberi tahukan bahwa ia bekerja sebagai orang upahan dengan gaji 5 dirham. Dan gaji itu tidak mencukupinya.
Namun anehnya,
Imam Syafi’i justru menyuruh dia untuk menemui orang yang mengupahnya supaya mengurangi gajinya menjadi 4 dirham. Orang itu pergi melaksanakan perintah Imam Syafi’i sekalipun ia tidak paham apa maksud dari perintah itu.
Setelah berlalu beberapa lama orang itu datang lagi kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kehidupannya yang tidak ada kemajuan.
Lalu Imam Syafi’i memerintahkannya untuk kembali menemui orang yang mengupahnya dan minta untuk mengurangi lagi gajinya menjadi 3 dirham.
Orang itupun pergi melaksanakan anjuran Imam Syafi’i dengan perasaan sangat heran.
Setelah berlalu sekian hari orang itu kembali lagi menemui Imam Syafi’i dan berterima kasih atas nasehatnya.
Ia menceritakan bahwa uang 3 dirham justru bisa menutupi seluruh kebutuhan hidupnya, bahkan hidupnya menjadi lapang.
Ia menanyakan apa rahasia di balik itu semua?
Imam Syafi’i menjelaskan bahwa pekerjaan yang ia jalani itu tidak berhak mendapatkan upah lebih dari 3 dirham.
Dan kelebihan 2 dirham itu telah mencabut keberkahan harta yang ia miliki ketika tercampur dengannya.
๐Lalu Imam Syafi’i membacakan sebuah sya’ir:
ุฌู ุน ุงูุญุฑุงู ุนูู ุงูุญูุงู ูููุซุฑู
ุฏุฎู ุงูุญุฑุงู ุนูู ุงูุญูุงู ูุจุนุซุฑู
Dia kumpulkan yang haram dengan yang halal supaya ia menjadi banyak.
Yang harampun masuk ke dalam yang halal lalu ia merusaknya.
_____
Barangkali kisah ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita dalam bekerja. Jangan terlalu berharap gaji besar bila pekerjaan kita hanya sederhana. Dan jangan berbangga dulu mendapatkan gaji besar, padahal etos kerja sangat lemah atau tidak seimbang dengan gaji yang diterima.
Bila gaji yang kita terima tidak seimbang dengan kerja,
artinya kita sudah menerima harta yang bukan hak kita.
Itu semua akan menjadi penghalang keberkahan harta yang ada, dan mengakibatkan hisab yang berat di akhirat kelak.
Harta yang tidak berkah akan mendatangkan permasalahan hidup yang membuat kita susah, sekalipun bertaburkan benda-benda mewah dan serba lux.
Uang banyak di bank tapi setiap hari cekcok dengan istri.
Anak-anak tidak mendatangkan kebahagiaan sekalipun jumlahnya banyak. Dengan teman dan jiran sekitar tidak ada yang baikan.
๐Kendaraan selalu bermasalah.
Ketaatan kepada Allah semakin hari semakin melemah.
Pikiran hanya dunia dan dunia. Harta dan harta. Penglihatan selalu kepada orang yang lebih dalam masalah dunia.
Tidak pernah puas, sekalipun mulutnya melantunkan alhamdulillah tiap menit.
Kening selalu berkerut.
Satu persatu penyakitpun datang menghampir. Akhirnya gaji yang besar habis untuk cek up ke dokter sana, periksa ke klinik sini.
Tidak ada yang bisa di sisihkan untuk sedekah, infak dan amal-amal sosial demi tabungan masa depan di akhirat.
Menjalin silaturrahim dengan sanak keluarga pun tidak. Semakin kelihatan mewah pelitnya juga semakin menjadi.
Masa bodoh dengan segala kewajiban kepada Allah. Ada kesempatan untuk shalat ya syukur, tidak ada ya tidak masalah.
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk serius dalam bekerja dan itqan, hingga rezeki kita menjadi berkah dunia dan akhirat. Aamiin
Wallaahu a'lam.
Semoga menjadi nasehat buat saya dan kita semua.(copas)
Dia memberi tahukan bahwa ia bekerja sebagai orang upahan dengan gaji 5 dirham. Dan gaji itu tidak mencukupinya.
Namun anehnya,
Imam Syafi’i justru menyuruh dia untuk menemui orang yang mengupahnya supaya mengurangi gajinya menjadi 4 dirham. Orang itu pergi melaksanakan perintah Imam Syafi’i sekalipun ia tidak paham apa maksud dari perintah itu.
Setelah berlalu beberapa lama orang itu datang lagi kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kehidupannya yang tidak ada kemajuan.
Lalu Imam Syafi’i memerintahkannya untuk kembali menemui orang yang mengupahnya dan minta untuk mengurangi lagi gajinya menjadi 3 dirham.
Orang itupun pergi melaksanakan anjuran Imam Syafi’i dengan perasaan sangat heran.
Setelah berlalu sekian hari orang itu kembali lagi menemui Imam Syafi’i dan berterima kasih atas nasehatnya.
Ia menceritakan bahwa uang 3 dirham justru bisa menutupi seluruh kebutuhan hidupnya, bahkan hidupnya menjadi lapang.
Ia menanyakan apa rahasia di balik itu semua?
Imam Syafi’i menjelaskan bahwa pekerjaan yang ia jalani itu tidak berhak mendapatkan upah lebih dari 3 dirham.
Dan kelebihan 2 dirham itu telah mencabut keberkahan harta yang ia miliki ketika tercampur dengannya.
๐Lalu Imam Syafi’i membacakan sebuah sya’ir:
ุฌู ุน ุงูุญุฑุงู ุนูู ุงูุญูุงู ูููุซุฑู
ุฏุฎู ุงูุญุฑุงู ุนูู ุงูุญูุงู ูุจุนุซุฑู
Dia kumpulkan yang haram dengan yang halal supaya ia menjadi banyak.
Yang harampun masuk ke dalam yang halal lalu ia merusaknya.
_____
Barangkali kisah ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita dalam bekerja. Jangan terlalu berharap gaji besar bila pekerjaan kita hanya sederhana. Dan jangan berbangga dulu mendapatkan gaji besar, padahal etos kerja sangat lemah atau tidak seimbang dengan gaji yang diterima.
Bila gaji yang kita terima tidak seimbang dengan kerja,
artinya kita sudah menerima harta yang bukan hak kita.
Itu semua akan menjadi penghalang keberkahan harta yang ada, dan mengakibatkan hisab yang berat di akhirat kelak.
Harta yang tidak berkah akan mendatangkan permasalahan hidup yang membuat kita susah, sekalipun bertaburkan benda-benda mewah dan serba lux.
Uang banyak di bank tapi setiap hari cekcok dengan istri.
Anak-anak tidak mendatangkan kebahagiaan sekalipun jumlahnya banyak. Dengan teman dan jiran sekitar tidak ada yang baikan.
๐Kendaraan selalu bermasalah.
Ketaatan kepada Allah semakin hari semakin melemah.
Pikiran hanya dunia dan dunia. Harta dan harta. Penglihatan selalu kepada orang yang lebih dalam masalah dunia.
Tidak pernah puas, sekalipun mulutnya melantunkan alhamdulillah tiap menit.
Kening selalu berkerut.
Satu persatu penyakitpun datang menghampir. Akhirnya gaji yang besar habis untuk cek up ke dokter sana, periksa ke klinik sini.
Tidak ada yang bisa di sisihkan untuk sedekah, infak dan amal-amal sosial demi tabungan masa depan di akhirat.
Menjalin silaturrahim dengan sanak keluarga pun tidak. Semakin kelihatan mewah pelitnya juga semakin menjadi.
Masa bodoh dengan segala kewajiban kepada Allah. Ada kesempatan untuk shalat ya syukur, tidak ada ya tidak masalah.
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk serius dalam bekerja dan itqan, hingga rezeki kita menjadi berkah dunia dan akhirat. Aamiin
Wallaahu a'lam.
Semoga menjadi nasehat buat saya dan kita semua.(copas)
Rabu, 23 November 2016
Saufa Nabqa Huna .. Nasyid Perjuangan Rakyat Siria ..
ุณูู ูุจูู ููุง .. ูู ูุฒูู ุงูุฃูู
ุณูู ูุญูุง ููุง .. ุณูู ูุญูู ุงููุบู
ู ูุทูู ู ูุทูู .. ู ูุทูู ุฐุง ุงูุฅุจุงุก
ู ูุทูู ู ูุทูู .. ู ูุทูู ูุง ุฃูุง
ุฑุบู ููุฏ ุงูุนุฏุง .. ุฑุบู ูู ุงูููู
ุณูู ูุณุนู ุฅูู .. ุฃู ุชุนู ุงููุนู
ุณูู ูุฑูู ุฅูู .. ุฑูุน ูู ุงููู ู
ุจุงูู ุณูุฑ ููุนูุง ูู ูุงุฌุงุฉ ุงููู ู
ููููู ูููุง .. ุจุงูุฏูุงุก ูุงูููู
ูููุง ุนุทู ุนูู .. ู ู ูุตุงุฑุน ุงูุณูู
ููููุงุตู ุงูู ุณูุฑ .. ูุญู ุบุงูุงุช ุฃูู
ููููู ุญูุง .. ุฎูุฑ ุฃู ุฉ ุจูู ุงูุฃู ู
ุณูู ูุจูู ููุง .. ูู ูุฒูู ุงูุฃูู
ุณูู ูุญูุง ููุง .. ุณูู ูุญูู ุงููุบู
ูู ุณูุฑูุง ู ู ููุงูู .. ููุตุจุงุญ ูุง ููู
ูู ุนุฑุงููู ูุณุฑูุง .. ูู ุญูุธูุง ู ู ุฑุฒู
ูู ุฌุณูุฑ ูุฏ ุนุจุฑูุง .. ูู ุฐุฑููุง ู ู ุญู ู
ูุจุชุบู ุตูุฏ ุงูู ุนุงูู .. ูุจุชุบู ุฑุฃุณ ุงููุฑู
ููุถู ุณุงุนุงุช ุทูุงู .. ูุณุชูู ุนูู ุงูุฃู ู
ูุณุชููู ูู ุบุงู .. ูู ูุญูู ุงูุญูู
ุฅู ุณุฆู ูุง ูุง ูุจุงูู .. ูููุณูุฑ ููุฃู ุงู
ุฅู ูู ุฉ ุงูุฌุจุงู .. ุชุณุชุญู ูุง ุฌุฑู
ุณูู ูุจูู ููุง .. ูู ูุฒูู ุงูุฃูู
ุณูู ูุญูุง ููุง .. ุณูู ูุญูู ุงููุบู
ูุง ูุฌูู ุงูุณู ุงุก .. ูุง ุนุจุงุฆู ุงููุณู
ูุง ุณุญุงุฆุจ ุงูุฑุฌุงุก.. ูุง ุทููุฑ ุงูุญุฑู
ูุง ุฑุนูุฏ ุงูุดุชุงุก .. ูุง ุฌู ูุน ุงูุฃูุงู
ุฅุดูุฏู ูุฐุง ุงูู ุณุงุก .. ุฅููู ููุช ุงููุณู
ุฅุดูุฏู ูุฐุง ุงูู ุณุงุก .. ุฅููู ููุช ุงููุณู
ุณูู ูุจูู ููุง .. ูู ูุฒูู ุงูุฃูู
ุณูู ูุญูุง ููุง .. ุณูู ูุญูู ุงููุบู
Kita akan terus berada disini
Hingga hilang penderitaan
Kita akan terus hidup disini
Hingga menjadi indah irama kehidupan
Negriku ….negriku… negriku yang hebat
Negriku …negriku…negriku adalah aku
Betapapun konspirasi dan permusuhan
Kita terus berjuang menebar kebaikan
Dan terus membangkitkan semangat juang
Untuk menuju ketinggian dan meraih kemuliaan
Kita semua harus bangkit …
Dengan pena dan obat
Kita semua peduli pada para penderita
maka kita meneruskan perjalanan
menuju tujuan yang lebih besar
sehingga kita benar-benar
menjadi ummat terbaik didunia
Kita akan terus berada disini
Hingga hilang penderitaan
Kita akan terus hidup disini
Hingga menjadi indah irama kehidupan
Berapa lama kita selalu begadang
Tanpa tidur sampai pagi
Berapa banyak rintangan telah kita lewati
Dan berapa banyak diktat telah kita hafalkan
Berapa banyak lembah telah kita sebrangi
Dan betapa banyak peluh yang bercucuran
Memburu kemuliaan…dan mencari ketinggian
Kita habiskan waktu yang sangat panjang
menuntut ilmu berbagai bangsa
kita habiskan semua yang berharga
agar dapat mewujudkan cita cita
Bila rasa jemu datang kita tidak peduli
Dan terus berjalan mewujudkan harapan
untuk mencapai puncak gunung
memang mahal harganya
Kita akan terus berada disini
Hingga hilang penderitaan
Kita akan terus hidup disini
Hingga menjadi indah irama kehidupan
wahai bintang bintang langit
wahai angin yang sepoi sepoi
wahai awan awan harapan
wahai merpati masjidil haram
wahai petir-petir musim dingin
wahai seluruh manusia
saksikanlah dipagi ini
saya menyampaikan sumpah setia
saksikanlah dipagi ini
saya menyampaikan sumpah setia
Kita akan terus berada disini
Hingga hilang penderitaan
Kita akan terus hidup disini
Hingga menjadi indah irama kehidupan
ุณูู ูุญูุง ููุง .. ุณูู ูุญูู ุงููุบู
ู ูุทูู ู ูุทูู .. ู ูุทูู ุฐุง ุงูุฅุจุงุก
ู ูุทูู ู ูุทูู .. ู ูุทูู ูุง ุฃูุง
ุฑุบู ููุฏ ุงูุนุฏุง .. ุฑุบู ูู ุงูููู
ุณูู ูุณุนู ุฅูู .. ุฃู ุชุนู ุงููุนู
ุณูู ูุฑูู ุฅูู .. ุฑูุน ูู ุงููู ู
ุจุงูู ุณูุฑ ููุนูุง ูู ูุงุฌุงุฉ ุงููู ู
ููููู ูููุง .. ุจุงูุฏูุงุก ูุงูููู
ูููุง ุนุทู ุนูู .. ู ู ูุตุงุฑุน ุงูุณูู
ููููุงุตู ุงูู ุณูุฑ .. ูุญู ุบุงูุงุช ุฃูู
ููููู ุญูุง .. ุฎูุฑ ุฃู ุฉ ุจูู ุงูุฃู ู
ุณูู ูุจูู ููุง .. ูู ูุฒูู ุงูุฃูู
ุณูู ูุญูุง ููุง .. ุณูู ูุญูู ุงููุบู
ูู ุณูุฑูุง ู ู ููุงูู .. ููุตุจุงุญ ูุง ููู
ูู ุนุฑุงููู ูุณุฑูุง .. ูู ุญูุธูุง ู ู ุฑุฒู
ูู ุฌุณูุฑ ูุฏ ุนุจุฑูุง .. ูู ุฐุฑููุง ู ู ุญู ู
ูุจุชุบู ุตูุฏ ุงูู ุนุงูู .. ูุจุชุบู ุฑุฃุณ ุงููุฑู
ููุถู ุณุงุนุงุช ุทูุงู .. ูุณุชูู ุนูู ุงูุฃู ู
ูุณุชููู ูู ุบุงู .. ูู ูุญูู ุงูุญูู
ุฅู ุณุฆู ูุง ูุง ูุจุงูู .. ูููุณูุฑ ููุฃู ุงู
ุฅู ูู ุฉ ุงูุฌุจุงู .. ุชุณุชุญู ูุง ุฌุฑู
ุณูู ูุจูู ููุง .. ูู ูุฒูู ุงูุฃูู
ุณูู ูุญูุง ููุง .. ุณูู ูุญูู ุงููุบู
ูุง ูุฌูู ุงูุณู ุงุก .. ูุง ุนุจุงุฆู ุงููุณู
ูุง ุณุญุงุฆุจ ุงูุฑุฌุงุก.. ูุง ุทููุฑ ุงูุญุฑู
ูุง ุฑุนูุฏ ุงูุดุชุงุก .. ูุง ุฌู ูุน ุงูุฃูุงู
ุฅุดูุฏู ูุฐุง ุงูู ุณุงุก .. ุฅููู ููุช ุงููุณู
ุฅุดูุฏู ูุฐุง ุงูู ุณุงุก .. ุฅููู ููุช ุงููุณู
ุณูู ูุจูู ููุง .. ูู ูุฒูู ุงูุฃูู
ุณูู ูุญูุง ููุง .. ุณูู ูุญูู ุงููุบู
Kita akan terus berada disini
Hingga hilang penderitaan
Kita akan terus hidup disini
Hingga menjadi indah irama kehidupan
Negriku ….negriku… negriku yang hebat
Negriku …negriku…negriku adalah aku
Betapapun konspirasi dan permusuhan
Kita terus berjuang menebar kebaikan
Dan terus membangkitkan semangat juang
Untuk menuju ketinggian dan meraih kemuliaan
Kita semua harus bangkit …
Dengan pena dan obat
Kita semua peduli pada para penderita
maka kita meneruskan perjalanan
menuju tujuan yang lebih besar
sehingga kita benar-benar
menjadi ummat terbaik didunia
Kita akan terus berada disini
Hingga hilang penderitaan
Kita akan terus hidup disini
Hingga menjadi indah irama kehidupan
Berapa lama kita selalu begadang
Tanpa tidur sampai pagi
Berapa banyak rintangan telah kita lewati
Dan berapa banyak diktat telah kita hafalkan
Berapa banyak lembah telah kita sebrangi
Dan betapa banyak peluh yang bercucuran
Memburu kemuliaan…dan mencari ketinggian
Kita habiskan waktu yang sangat panjang
menuntut ilmu berbagai bangsa
kita habiskan semua yang berharga
agar dapat mewujudkan cita cita
Bila rasa jemu datang kita tidak peduli
Dan terus berjalan mewujudkan harapan
untuk mencapai puncak gunung
memang mahal harganya
Kita akan terus berada disini
Hingga hilang penderitaan
Kita akan terus hidup disini
Hingga menjadi indah irama kehidupan
wahai bintang bintang langit
wahai angin yang sepoi sepoi
wahai awan awan harapan
wahai merpati masjidil haram
wahai petir-petir musim dingin
wahai seluruh manusia
saksikanlah dipagi ini
saya menyampaikan sumpah setia
saksikanlah dipagi ini
saya menyampaikan sumpah setia
Kita akan terus berada disini
Hingga hilang penderitaan
Kita akan terus hidup disini
Hingga menjadi indah irama kehidupan
Jumat, 18 November 2016
Mendongenglah
Rumah kayu bercat mulai pudar
Disinari lampu minyak yang redup malu-malu
Magrib tadi hujan lebat,
Hingga malam ini mata kami enak terlelap,
Seperti biasa, saat anak-anak kecilmu hendak tidur
Mulai bertuturlah tuah penuh hikmah berbagai kisah dari lisanmu,
Mata anak-anakmu yang mulai terlelap,
Mencoba menerka sedikit sedikit makna itu,
Pada akhirnya
kisahnya kami bawa dalam mimpi
Dan esok lusa, semoga bisa kami ceritakan pada cucumu
bahwa dulu, Engkau pernah bercerita
Disinari lampu minyak yang redup malu-malu
Magrib tadi hujan lebat,
Hingga malam ini mata kami enak terlelap,
Seperti biasa, saat anak-anak kecilmu hendak tidur
Mulai bertuturlah tuah penuh hikmah berbagai kisah dari lisanmu,
Mata anak-anakmu yang mulai terlelap,
Mencoba menerka sedikit sedikit makna itu,
Pada akhirnya
kisahnya kami bawa dalam mimpi
Dan esok lusa, semoga bisa kami ceritakan pada cucumu
bahwa dulu, Engkau pernah bercerita
Langganan:
Postingan (Atom)