Sabtu, 01 Agustus 2015

Empat Hal

1. Empat hal yg membuat Badan Sakit :
- kebanyakan Bicara
- kebanyakan Tidur
- kebanyakan Makan
- kebanyakan Bertemu Orang
.
2. Empat hal yg merusak Tubuh :
- Khawatir/Cemas
- Kesedihan
- Kelaparan
- Tidur Larut Malam
¨*•? .
.
3. Empat hal yg membuat Murung dan Kesedihan :
- Bohong
- Kurang Ajar atau tidak hormat
- Berdebat tanpa Pengetahuan atau Informasi yg
memadai
- Amoral atau melakukan sesuatu tanpa rasa Takut
.
4. Empat hal yg meningkatkan Wajah Berseri dan
Kebahagiaan :
- Kesalehan
- Loyalitas
- Kedermawaan
- Menolong sesama dg Ikhlas tanpa diminta hny harap Ridho ilahi
.
5. Empat hal yg Memberhentikan Rezeki : - Tidur dipagi hari dari Sholat Subuh hingga
Matahari Bersinar
- Tidak melakukan Sholat/Berdoa secara teratur
- Malas
- Penghianatan atau Ketidak Jujuran
.
6. Empat hal yg membawa Rezeki :
- Berdoa dimalam hari
- Tobat
- Beramal
- Berdzikir


Dari FB Khasanah Trans 7

Malam

Malam.. selalu saja menyimpan cerita
untuk semua hari yang telah terlewati sejak pagi
untuk keluh kesah yang siap dimuhasabai dengan bijak
untuk setiap ceria yang mengundang memori di kemudian hari

Malam.. selalu saja menampung kisah
akan masa depan yang belum tentu arahnya
untuk masa lalu yang menyejarah
bahkan masa kini yang dilewati dengan banyak tanda tanya

ah .. Malam
betapa banyak manusia yang kini gelisah
berkutat lama dengan keluh kesah yang seolah tak mengenal punah
karena banyak beramal yang tidak disertai lillah
hidup seolah tanpa makna , mengejar puji serta puja dari manusia
bahkan menghinakan diri untuk materi yang tak abadi.

Malam..
yang larutnya semakin gelap, namun juga indikasi akan sebuah esensi
bahwa esok akan kembali pagi
menghapus resah  dan semua gelisah
memberi motivasi akan cita cita yang kemarin terlupa
bahwa hidup adalah tentang berkah dan ridho dari Allah..




Kamis, 30 Juli 2015

Pijar Cita-cita



Tulisan ini terinspirasi saat guru kami, Ustadz Budi Ashari, Lc (Dewan Pembina Syariah Kuttab Al Fatih pusat&Pembawa Acara Khalifah Trans7) bertutur menyampaikan fungsi sejarah. Salah satunya adalah fungsi motivasi. Beliau mengajarkan bagaimana belajar sejarah yang menyenangkan. Belajar cara mendalami sejarah agar lebih bersemangat. Belajar mengambil ibrah dari kisah-kisah bernilai tinggi. Mari bersama kita selami betapa dahsyatnya sejarah masuk ke relung jiwa kita.

Kisah ini dimulai seperti yang tertulis di dalam Kitab Syiar A’lam An-Nubala’. Imam Adz Dzahabi sang penulisnya menceritakan kisah pertemuan empat pemuda istimewa. Pemuda pertama adalah Abdullah bin Umar, putra Umar bin Khottob. Ketiga pemuda lainnya adalah putra Zubair bin Awwam yang dilahirkan dari rahim Asma’ binti Abu Bakar-shahabiyah yang disebut Nabi sebagai Dzatun Niqatain-. Mereka adalah Abdullah bin Zubair, ‘Urwah bin Zubair, dan Mush’ab bin Zubair.

Rabu, 29 Juli 2015

MANUSIA YANG MEMBINGUNGKAN DIRINYA SENDIRI




Tanya : "Apakah yang Paling Membingungkan di Dunia ini ?"
Jawab : "Manusia"..!!"
Apa Sebabnya :
Karena dia Mengorbankan KESEHATAN-nya hanya demi UANG...
Lalu dia mengorbankan UANG-nya demi KESEHATAN...
Lalu dia sangat KHAWATIR dengan MASA DEPAN-nya...
Sampai-sampai dia tidak MENIKMATI MASA KINI...
Akhirnya dia tidak HIDUP di MASA DEPAN atau pun di MASA KINI...
Dia HIDUP seakan-akan TIDAK AKAN MATI...
Lalu dia MATI tanpa benar-benar MENIKMATI apa itu HIDUP.
[dikutip dari Dalai Lama]

Minggu, 26 Juli 2015

Tiga Tokoh, Satu Pesan

Kali ini, kita simak pengakuan tiga tokoh hebat di negeri ini. Puluhan juta orang menjadikan mereka sebagai sumber inspirasi.


Tokoh hebat yang pertama mengaku, "Bayangkan, 40 tahun lalu ada seorang ibu yang berpikir anaknya harus kuliah. Padahal dia sendiri lulusan SMP dan nggak ngerti Bahasa Inggris. Ibu bilang, makan sederhana nggak masalah, yang penting harus sekolah. Ibu saya pernah diam-diam menjual batik halus kesayangannya demi membiayai kuliah saya. Begitu tahu, saya pun berjanji dalam hati untuk tidak lagi membebani orangtua dengan belajar sungguh-sungguh dan berusaha mencari penghasilan sendiri." Dia menilai pengorbanan ibunya luar biasa. Di lingkungan tempat tinggalnya hanya keluarganyalah yang berhasil memutus mata rantai kemiskinan. Dan ini tak terlepas dari faktor pendidikan yang ditekankan oleh ibunya. Baginya, ibu adalah kunci sukses.